Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Skandal besar mencoreng wajah Tiyuh Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMTi) bidang simpan pinjam yang sudah berjalan sejak 2016 kini lumpuh total. Dana yang semestinya menjadi penggerak ekonomi warga justru raib, diduga dipakai oleh ketua BUMTi sendiri. Rabu 10/9/2025.
Modal awal yang berasal dari dana desa terus bertambah setiap tahun hingga mencapai sekitar Rp150 juta. Namun, kini sekitar Rp.90 juta di antaranya tidak jelas keberadaannya.
Sumino, Kepalo Tiyuh Tri Tunggal Jaya, saat dikonfirmasi Selasa (9/9/2025) membenarkan kabar memalukan ini.
“Modal BUMTi yang dipakai oleh ketua BUMTi sekitar Rp.90 juta. Sisanya masih ada di bendahara. Ketua BUMTi sedang berusaha mencari dana dengan pinjam bank, tetapi dana belum keluar,” ujarnya.
Fakta ini membuat warga geram. Dana desa yang dikumpulkan demi kesejahteraan bersama kini justru disalahgunakan. Masyarakat menilai kasus ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Ini bukan sekadar kesalahan administrasi. Ini perbuatan yang merugikan banyak orang! Aparat hukum harus turun tangan, periksa pengurus BUMTi, kembalikan uang rakyat!” tegas salah satu tokoh masyarakat yang meminta namanya dirahasiakan.
Sejarah BUMTi yang dulu dibangun dengan penuh harapan oleh almarhum Lukas Petrus Setiasih Sih Pamuji kini hancur di tangan generasi penerus, Lukas Dwi. Warga pun mendesak agar ketua BUMTi segera bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh dana sebelum masalah ini masuk ranah hukum.
Jika tidak ada tindakan tegas, kepercayaan warga terhadap pengelolaan dana desa akan runtuh. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama pengelolaan BUMTi. (H/Nurul).












