Berita  

‎Diduga Buang Limbah ke Sungai, Lapak Karet di Tiyuh Menggala Mas Dikeluhkan Warga. ‎s

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Aktivitas pengolahan karet di sebuah lapak milik C/K di Tiyuh Menggala Mas (Desa Kantong), Kali Macan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai keluhan warga. Lapak tersebut diduga telah bertahun-tahun membuang limbah cair langsung ke aliran sungai yang berada di sekitar permukiman. Selasa (10/3/2026).

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, limbah cair dari proses pengolahan karet itu diduga dialirkan tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Cairan tersebut mengalir melalui pipa paralon dan langsung masuk ke aliran sungai yang berada tidak jauh dari rumah warga.

‎Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar. Sungai yang sebelumnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari kini diduga telah tercemar akibat limbah dari aktivitas pengolahan karet tersebut.

 

‎Saat dikonfirmasi awak media, seorang warga sekitar berinisial SI mengungkapkan bahwa persoalan pembuangan limbah itu bukanlah hal baru. Ia menyebut, limbah cair dari lapak pengolahan karet tersebut telah lama dialirkan ke sungai.

BACA JUGA:  BLT-DD 2025 Tahap II September Di Tiyuh Karta Raya Untuk 12 KPM.

‎“Itu lapak karet punya Pak C/K. Kalau itu masuk Kali Macan, Tiyuh Menggala Mas. Kalau kami ini pas perbatasan antara Menggala Mas sama Mulya Kencana RK 5. Limbah cair itu sudah lama dialirkan ke sungai, sudah beberapa tahun. Memasuki Idul Fitri begini saya tidak pernah dapat THR atau sembako. Begitu pun warga kanan kiri sekitar lapak karet. Yang jual CL/karet ke lapak Pak C/K baru dapat sembako, kalau yang tidak jual CL ya tidak dapat THR, mas,” ujarnya.

‎Istri dari SI juga mengaku terganggu dengan bau menyengat yang ditimbulkan limbah tersebut, terutama saat angin berembus pada sore hari.

‎“Kami keganggu sama bau limbah cair itu. Baunya badek-badek, bikin pusing. Baunya setiap sore kena tiupan angin. Seharusnya dialirkan ke mana, jangan ke kali,” jelasnya.

‎Keluhan serupa juga disampaikan warga lain berinisial T. Ia menjelaskan bahwa lapak tersebut berada di wilayah Suku 6, Tiyuh Menggala Mas, dan disebut-sebut dimiliki oleh seorang pengusaha yang berasal dari Panaragan.

BACA JUGA:  Gerebek Rumah Tempat Transaksi Narkoba, Polres Tulang Bawang Tangkap Tiga Pelaku.

‎“Itu lapak Pak C/K sudah termasuk Tiyuh Menggala Mas, Suku 6. Bosnya orang Panaragan. Padahal di lapaknya sudah ada lubang terus ditutup. Kami tidak tahu kok limbahnya dialirkan ke kali melalui pipa paralon. Sebelah aliran kali ini kan ada kali mati, mas. Pas hujan limbah masuk ke situ. Jadi setiap ada angin bau limbahnya huuuh, wow, ganggu orang tidur atau tiduran, mas. Kalau hujan seperti sekarang tidak seberapa baunya, tapi air limbahnya luber ke mana-mana, kadang sampai menggenang di jalan. Pas terang atau mau kemarau, bau limbahnya benar-benar menyengat, mas,” keluhnya.

‎Ia menambahkan, keresahan warga sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait.

 

‎Warga berharap pemerintah Tiyuh maupun dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara langsung, sekaligus memastikan apakah benar terjadi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pengolahan karet tersebut.

BACA JUGA:  Apel Perdana 2025, PJ Bupati Tubaba Serukan Perbaikan Kinerja dan Disiplin ASN.

‎Apabila terbukti terjadi pelanggaran, masyarakat meminta agar pihak berwenang mengambil langkah tegas demi melindungi lingkungan serta kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Tiyuh Menggala Mas maupun dinas terkait mengenai dugaan pencemaran limbah tersebut. Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar lingkungan tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

‎(Holan)