Login
Berita  

‎Mega Saputra Unggul dalam Pilkati Karta Tanjung Selamat, Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Tiyuh.

‎TULANG BAWANG BARAT, indonewsmedia.com – Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kemarin Rabu (21/10/2026), menjadi momentum penting bagi Mega Saputra, calon nomor urut 1, setelah dinyatakan unggul dalam pemilihan untuk periode 2026–2034.

‎

‎Di tengah berakhirnya kontestasi demokrasi tingkat tiyuh tersebut Mega Saputra mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan, mengakhiri perbedaan pilihan, serta bersama-sama membangun Tiyuh Karta Tanjung Selamat agar semakin maju, aman, dan sejahtera.

‎

‎Mengusung semangat pengabdian melalui tema “Kerja Ikhlas Sepenuh Hati untuk Kemajuan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, Saatnya yang Muda Berkarya”, Mega menempatkan persatuan dan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.

‎

‎Datang ke TPS Bersama Istri Pada hari pemungutan suara, Mega Saputra bersama istrinya, mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Karta Tanjung Selamat sekitar pukul 08.00 WIB untuk menggunakan hak pilihnya.

‎

‎Partisipasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan demokrasi di tingkat tiyuh yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin sesuai pilihan masing-masing.

‎

‎Setelah seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara berlangsung, hasil pemilihan menjadi dasar bagi masyarakat untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni menjaga keharmonisan dan memperkuat kerja sama demi kepentingan bersama.

‎

‎Berdasarkan keterangan Mega Saputra, perolehan suara yang disampaikan dalam informasi pemilihan tersebut mencapai 407 suara. Namun, data itu perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk memastikan nama calon yang memperoleh suara tersebut.

‎

‎Usung KTS MAS: Karta Tanjung Selamat Maju, Aman, dan Sejahtera, Usai penghitungan suara, Mega Saputra menegaskan komitmennya untuk menjalankan visi yang diusung, yakni KTS MAS, singkatan dari Karta Tanjung Selamat Maju, Aman, dan Sejahtera.

‎

‎“Saya menjalankan sesuai visi yaitu KTS MAS (Karta Tanjung Selamat Maju Aman Sejahtera). Saya akan mengutamakan keamanan serta kenyamanan untuk masyarakat Karta Tanjung Selamat. Karena jika warga masyarakat saya sudah aman nyaman, maka untuk bekerja serta bergerak bebas tanpa hambatan,” ujarnya. Kamis 22/10/2026.

‎

‎Pernyataan tersebut menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas warga.

‎

‎Bagi masyarakat, keamanan dan kenyamanan bukan sekadar harapan, melainkan bagian penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, mengembangkan usaha, serta berpartisipasi dalam pembangunan Tiyuh.

‎

‎Mega juga menyampaikan harapannya agar masyarakat bersedia bekerja sama dan memberikan dukungan dalam menjalankan program pembangunan ke depan.

‎

‎“Harapan saya untuk ke depannya, setelahnya saya mengajak seluruh masyarakat Karta Tanjung Selamat untuk bekerja sama dengan saya. Bantu saya bersama-sama memajukan tiyuh tercinta ini,” pungkasnya.

‎

‎Perbedaan Pilihan Berakhir, Pembangunan Harus Berlanjut ‎Pilkati bukan hanya tentang persaingan memperoleh suara, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menentukan arah kepemimpinan di tingkat tiyuh. Karena itu, berakhirnya pemilihan diharapkan menjadi awal untuk memperkuat kembali hubungan sosial yang mungkin sempat diwarnai perbedaan pilihan.

‎

‎Masyarakat yang sebelumnya memiliki pilihan berbeda tetap mempunyai kepentingan yang sama, yakni menginginkan lingkungan yang aman, pelayanan yang baik, serta pembangunan yang memberikan manfaat secara luas.

‎

‎Ajakan Mega Saputra untuk bekerja sama menjadi pesan bahwa pembangunan tidak dapat bertumpu pada kepemimpinan semata. Dukungan, partisipasi, dan pengawasan masyarakat juga diperlukan agar program yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan warga.

‎

‎Dengan berakhirnya tahapan pemilihan, perhatian kini tertuju pada bagaimana amanah tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata. Harapan masyarakat tentu tidak berhenti pada hasil penghitungan suara, tetapi berlanjut pada realisasi program, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan.

‎

‎Kemenangan dalam pemilihan merupakan awal dari tanggung jawab. Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan masyarakat dan membuktikan komitmen melalui pengabdian yang dapat dirasakan bersama.

‎

‎

‎

‎(Holan)

‎

Exit mobile version