TULANG BAWANG BARAT, indonewsmedia.com – Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Gunung Menanti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada Rabu (21/10/2026), menjadi momentum penting bagi Haryanto, calon nomor urut 1, untuk kembali mengemban amanah masyarakat. Setelah dinyatakan unggul dalam pemilihan, Haryanto langsung menegaskan pentingnya mengakhiri perbedaan pilihan dan merajut kembali persatuan demi membangun Tiyuh.
Mengusung semangat pengabdian dengan tema “Tidak berjanji, tapi insyaallah akan selalu hadir untuk masyarakat, tiada kata usai untuk sebuah pengabdian”, Haryanto menempatkan kebersamaan masyarakat sebagai salah satu pesan utama setelah proses demokrasi di tingkat tiyuh tersebut selesai.
Pada hari pemungutan suara, Haryanto bersama istrinya, Nuraini, mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Gunung Menanti sekitar pukul 08.00 WIB untuk menggunakan hak pilihnya.
Partisipasi dalam pemilihan tersebut menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat Tiyuh. Masyarakat pun diharapkan tetap menjaga persatuan, menghormati seluruh tahapan pemilihan, serta menerima hasil sesuai ketentuan yang berlaku.
Raih 1.749 Suara, Haryanto Tekankan Kebersamaan, Berdasarkan hasil penghitungan suara yang disampaikan dalam keterangan Haryanto, dirinya memperoleh 1.749 suara dari total 2.280 pemilih.
Usai penghitungan suara, Haryanto menyampaikan bahwa kemenangan tersebut harus menjadi awal untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, bukan justru memperpanjang perbedaan akibat pilihan politik selama Pilkati.
“Visi misi bagaimana kita bisa membawa Tiyuh Gunung Menanti yang lebih baik lagi dan yang tidak kalah penting bagaimana setelah pemilihan selesai, tugas pertama yang harus kita laksanakan membuang yang namanya sifat-sifat antara kelompok 01, 02. Saat ini bagaimana kita melangkah, menata ke depannya, guyup, rukun membangun Tiyuh Gunung Menanti,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pesan Haryanto bahwa dinamika pemilihan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk kembali bergandengan tangan.
Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, setelah pemungutan suara selesai, kepentingan bersama dan pembangunan Tiyuh menjadi hal yang perlu dikedepankan.
Sebut Kemenangan Kali Ini Lebih Berat, Haryanto juga mengungkapkan bahwa kemenangan pada Pilkati 2026 ini memiliki arti tersendiri baginya. Ia bahkan menilai proses meraih kemenangan kali ini terasa lebih berat dibandingkan dengan kemenangan pada 2018.
Menurutnya, pencalonan pada tahun ini memiliki keunikan karena ia merasakan adanya dorongan langsung dari masyarakat agar dirinya kembali maju dalam pemilihan.
“Kalau untuk suara 1.749 dari jumlah mata pilih 2.280 mutlak dan harapan kepada masyarakat bagaimana kita bisa ke depannya bersatu padu untuk membangun lingkungan. Untuk kemenangan saat ini saya merasakan ini lebih berat dari kemenangan saya di tahun sebelumnya, di tahun 2018. Kenapa saya menyatakan demikian? Ini bukan tanpa alasan, itu mutlak keinginan saya mencalonkan diri sebagai Kepalo Tiyuh dan tahun ini sangat unik di proses pencalonan di 2026, mutlak keinginan masyarakat yang membuat saya merintih,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dukungan yang dirasakannya dari masyarakat menjadi tanggung jawab moral untuk menjalankan pengabdian dengan sungguh-sungguh.
“Artinya, insyaallah karena ini memang keinginan murni dari masyarakat, saya tidak akan mengkhianati masyarakat dan berjuang bersama untuk kebaikan Tiyuh Gunung Menanti,” pungkasnya.
(Holan)
