LAMPUNG, indonewsmedia.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Partai Republik Indonesia (PRI) yang digelar di Provinsi Lampung diwarnai keluhan dari sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), khususnya dari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum PRI Nazaruddin beserta jajaran pengurus pusat tersebut diawali dengan jalan sehat pada pagi hari. Dalam kegiatan itu, peserta juga menyambangi para pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan membeli produk yang mereka sajikan serta memberikan cenderamata kepada para pedagang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti HUT PRI pada siang harinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah DPC yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya berasal dari Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang Barat.
Namun, kegiatan tersebut menyisakan persoalan terkait akomodasi. Salah seorang pengurus yang mengaku berasal dari DPC Tubaba menyebut sebelumnya terdapat informasi bahwa peserta akan mendapatkan akomodasi sebesar Rp100 ribu per orang.
Menurutnya, pengurus dari Lampung Timur dan Lampung Selatan disebut telah menerima akomodasi tersebut. Bahkan, hal itu diperkuat dengan adanya bukti transfer yang diperlihatkan kepada pihaknya.
Sementara pengurus yang datang dari Tubaba mengaku belum menerima dana akomodasi tersebut.
Salah seorang pengurus yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengatakan, sebelumnya para anggota DPC telah mempersiapkan keberangkatan setelah mendapat pemberitahuan melalui ketua DPC.
“Kami bingung dengan partai yang kami masuki ini. Seminggu sebelumnya, melalui ketua DPC ada pemberitahuan bahwa akan diadakan HUT PRI pertama di Provinsi Lampung. Kami selaku anggota DPC yang ada di Lampung disarankan untuk ikut,” ujarnya. Rabu 12/8/2026.
Ia mengatakan, para anggota bahkan telah mempersiapkan kendaraan dan menggunakan dana talangan untuk biaya perjalanan, termasuk bahan bakar.
Namun, menurutnya, persoalan mulai muncul ketika sekitar pukul 23.00 WIB, sehari sebelum kegiatan, ketua DPC menyampaikan pesan melalui grup WhatsApp bahwa DPD Lampung mengundurkan diri bersama DPC se-Lampung.
“Kami penasaran. Apalagi kami sebagai pengurus belum memiliki KTA dan belum pernah melihat SK kepengurusan. Karena itu, kami nekat tetap datang sebagai masyarakat umum untuk menghadiri acara tersebut,” katanya.
Sesampainya di lokasi, mereka mengaku disambut Ketua Panitia HUT PRI, Natalie. Menurutnya, panitia sempat menanyakan keberadaan DPC lainnya.
“Kami bingung harus menjawab apa karena bukan tupoksi kami menjelaskan kisruh yang terjadi. Kepada beliau kami menyampaikan keluhan mengenai akomodasi yang sebelumnya sudah kami talangi. Beliau mengatakan nanti akan diberikan,” ungkapnya.
Setelah acara inti HUT PRI selesai, rombongan tersebut mengaku kembali ke hotel sembari menunggu kepastian mengenai akomodasi.
Namun, karena belum mendapatkan informasi lebih lanjut, mereka akhirnya memutuskan kembali ke Kabupaten Tubaba dengan harapan dana akomodasi tersebut tetap diberikan.
“Setelah acara selesai kami kembali ke hotel dan menunggu petunjuk mengenai akomodasi. Karena belum ada respons, akhirnya kami memutuskan pulang ke Tubaba. Kami berharap akomodasi tetap diberikan,” ujarnya.
Hingga kini, menurut pengakuannya, dana akomodasi tersebut belum juga diterima. Kondisi itu membuat para anggota yang sebelumnya menggunakan dana talangan merasa terbebani karena harus mempertanggungjawabkan biaya perjalanan tersebut.
Ia berharap pengurus pusat maupun panitia HUT PRI dapat segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan persoalan akomodasi tersebut.
“Kami berharap pengurus pusat dan panitia memberikan dana akomodasi tersebut agar kepercayaan kami terhadap partai ini semakin yakin untuk bergerak bersama rakyat,” katanya.
Ia juga menegaskan, pihaknya berharap persoalan tersebut tidak diarahkan kepada Ketua DPD Lampung, mengingat menurut pengakuannya persoalan tersebut berkaitan dengan janji akomodasi dari penyelenggara kegiatan.
“Kalau kami diarahkan ke ketua DPD, terus terang kami tidak mau,” tegasnya.
Keluhan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut transparansi dan komitmen penyelenggara terhadap peserta yang telah hadir dalam kegiatan HUT perdana PRI di Lampung.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Ketua Umum PRI Nazaruddin maupun Ketua Panitia HUT PRI, Natalie, terkait keluhan akomodasi yang disampaikan pengurus DPC Tubaba tersebut. Konfirmasi dan hak jawab dari pihak terkait tetap terbuka untuk meluruskan persoalan ini.
(Red)








