TUBABA, indonewsmedia.com — Keberadaan fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran negara semestinya mendapat pengawasan dan pemeliharaan secara maksimal. Namun, terjadinya kebakaran di salah satu taman publik justru memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan dan pengawasan di lokasi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran di taman tersebut disebut telah terjadi sebanyak dua kali. Peristiwa pertama terjadi pada siang hari, sedangkan kebakaran kedua terjadi setelah waktu Magrib.
Saat dikonfirmasi awak media pada 22 September 2026, seorang warga berinisial R mengatakan, kebakaran kedua terjadi setelah kegiatan lomba burung yang berlangsung di lokasi tersebut.
“Kebakaran sendiri, kebakaran itu sudah dua kali. Yang pertama siang hari, yang kedua kebakaran habis Magrib, habis orang mengadakan lomba burung waktu itu. Mungkin pengunjung atau penonton lomba, atau yang ikut lomba sambil merokok, kemudian membuang puntungnya sembarangan. Puntung rokok terkena angin, makanya kebakaran. Ya, tahu sendiri, sedang musim kemarau seperti ini, rumput kering udah mulai mau habis Damkar datang untuk madamin api” ujar R.
Dugaan puntung rokok menjadi penyebab kebakaran tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Namun, berulangnya kejadian kebakaran di fasilitas publik memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan di lokasi.
Terlebih, taman tersebut merupakan fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara dan diketahui terdapat petugas keamanan atau satpam yang bertugas menjaga kawasan tersebut.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan publik: sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap aktivitas pengunjung, terutama ketika berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak orang?
Keberadaan petugas keamanan tentunya tidak hanya berkaitan dengan menjaga aset dari tindakan kriminal, tetapi juga dapat mencakup pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamatan di lingkungan fasilitas publik.
Jika benar kebakaran terjadi akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan, masyarakat tentu mempertanyakan apakah pengawasan terhadap pengunjung telah berjalan secara optimal, terlebih kebakaran disebut telah terjadi lebih dari satu kali.
Publik juga berhak mengetahui bagaimana prosedur pengamanan dan pencegahan kebakaran diterapkan di taman tersebut, termasuk pengawasan saat kegiatan yang mengundang banyak pengunjung berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran dan sejauh mana tanggung jawab pengelola maupun petugas keamanan masih memerlukan keterangan dari pihak terkait.
Apakah sistem pengamanan sudah berjalan maksimal, atau justru ada celah pengawasan yang perlu segera dievaluasi?
Media masih membuka ruang bagi pengelola taman, petugas keamanan, serta instansi terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
(Red)












