Login
Berita  

‎Antusiasme Warga Tinggi, Minyak Goreng dan Beras Operasi Penetrasi Pasar di Mulya Asri. ‎

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Antusiasme masyarakat menyambut Gerakan Serentak Penetrasi Pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung terlihat begitu tinggi. Di Pasar Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), minyak goreng dan beras yang disediakan pemerintah, Selasa (11/8/2026).

‎Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut langsung dipadati masyarakat. Warga datang untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

‎Tingginya animo masyarakat bahkan membuat komoditas yang disediakan pemerintah cepat habis. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau masih menjadi perhatian penting bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan tingginya respons warga terhadap program pengendalian inflasi yang digelar pemerintah daerah.

‎Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tubaba, Ahmad Nazarudin, S.IP., M.IP. Program penetrasi pasar ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tubaba untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan laju inflasi daerah, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

‎Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tubaba menyediakan sebanyak 1.800 liter minyak goreng dengan harga Rp.31.000 untuk kemasan dua liter. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 2 ton beras SPHP, atau sebanyak 400 karung berukuran 5 kilogram, yang dijual dengan harga Rp.58.000 per karung.

‎Keterbatasan jumlah pembelian diberlakukan agar program tersebut dapat dirasakan lebih banyak masyarakat. Untuk minyak goreng, setiap warga dibatasi membeli satu kemasan dua liter, sementara pembelian beras dapat disesuaikan dengan kondisi dan animo masyarakat.

‎Kepala Dinas Koperindag Tubaba Ahmad Nazarudin menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama minyak goreng yang dinilai cukup tinggi di pasaran.

‎“Dari Dinas Koperindag untuk merombak menstabilkan harga, terutama minyak goreng cukup tinggi. Hari ini kemasan dua liter dengan harga Rp.31.000 dua liter. Selanjutnya beras SPHP cukup banyak dengan harga Rp.58.000 per karung berukuran 5 kg. Sementara yang kita batasi minyaknya satu orang satu dengan kemasan dua liter, nanti bisa balik lagi. Kita lihat animo masyarakat, kalau beras bisa disesuaikan,” ujar Nazarudin.

‎Menurutnya, pembatasan pembelian tersebut dilakukan agar masyarakat lainnya juga memiliki kesempatan memperoleh komoditas yang disubsidi pemerintah melalui program penetrasi pasar.

‎Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya meringankan beban masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang harus tetap terpenuhi.

‎Dalam sambutannya, Eri menyampaikan bahwa terdapat selisih harga antara komoditas yang dijual pemerintah melalui program tersebut dengan harga yang ditemui masyarakat di pasaran. Subsidi yang diberikan diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.

‎“Yang pertama, Bupati dan Wakil Bupati ingin hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban bapak dan ibu sekalian. Ada selisih kan dari pedagang di pasar dengan yang diberikan pemerintah, artinya pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan, namun tidak bisa gratis. Memang kita beli, kita persiapkan, kita subsidi. Bapak-bapak ini yang ingin bersurat untuk melakukan subsidinya,” kata Eri.

‎Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli secara berlebihan karena program tersebut ditujukan untuk membantu lebih banyak warga.

‎“Yang kedua, bapak, ibu sekalian, kami hadir juga untuk berbagi kepada yang lain. Makanya semua tidak bisa diborong. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah mempersiapkan dan menyukseskan,” pungkasnya.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eri Budi Santoso, Kepala Dinas Koperindag Ahmad Nazarudin, S.IP., M.IP., Inspektur Daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Bapperida, Kepala BPKAD, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Kepala Dinas Perikanan, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabag Perekonomian, Kabag Adpem, Camat TBT Kibang, Lurah Mulya Asri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

‎Melalui gerakan penetrasi pasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, kebutuhan pokok dapat diakses dengan harga terjangkau, serta stabilitas harga dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan.

‎Cepat habisnya minyak goreng kegiatan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih ramah di tengah dinamika harga pasar.

 

‎(Holan)

Exit mobile version