Lampung Utara, indonewsmedia.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumi Agung Marga, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara diduga terbengkalai. Dugaan itu mencuat setelah beredar unggahan video di Facebook oleh akun Novendi Novendi yang meminta KPK dan Kejari Lampung Utara meninjau pengelolaan KWT tersebut.
Dalam video yang diunggah, terlihat kondisi lahan pertanian tampak semak belukar dan tidak terurus. Unggahan itu menuai berbagai komentar dari warga.
“Di desa Bumi Agung Marga ada dua kelompok, diketuai Fitri Yani dan Hamsatun,” tulis salah satu komentar pada unggahan tersebut. Rabu 10/6/2026.
“Kelompok Fitri Yani berupa unit Bentor, kelompok Hamsatun dana sebesar 50 juta,” lanjut komentar berikutnya.
Berdasarkan informasi dari komentar, setiap kelompok mengelola dana sekitar Rp50 juta. Di Desa Bumi Agung Marga diketahui terdapat dua KWT.
Ketua KWT atas nama Fitri Yani membenarkan adanya unit Bentor. Melalui balasan komentar, ia menjelaskan Bentor tersebut dititipkan kepada adiknya di desa sebelah karena keterbatasan tempat, dan digunakan untuk jualan roti keliling.
“iy itu bentor kwt sy titip dgn adik karena tidak ada tmpt sewaktu waktu dan kelompok perlu bentor itu sy ambil dan bisa d gunakan…” tulis Fitri Yani.
Beberapa warga menyayangkan kondisi KWT yang dinilai tidak memberikan hasil. KWT sendiri dibentuk dengan tujuan mensejahterakan anggota wanita di desa. Komentar warga juga menyoroti penggunaan unit Bentor yang dipakai di luar desa, sementara lahan pertanian KWT tampak tidak produktif.
Hingga berita ini diturunkan, PPL KWT Desa Bumi Agung Marga atas nama Herlina belum dapat dikonfirmasi. Saat awak media mendatangi kantor, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum direspons.
KWT merupakan program pemberdayaan yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya perempuan, melalui kegiatan pertanian dan usaha produktif. Penggunaan dana dan aset KWT seharusnya sesuai peruntukan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pihak berwenang terkait diharapkan dapat meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi dan pengelolaan dana KWT agar sesuai aturan.
(Lady)
