Berita  

‎Air Mati Total, Pedagang Tetap Bayar Sewa: Lantai Dua Pasar Pulung Kencana Dikeluhkan. ‎

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Ketiadaan air bersih di lantai dua Pasar Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, memicu keresahan pedagang. Di tengah kewajiban membayar sewa (salar), fasilitas dasar justru tidak terpenuhi.

‎Sejak akhir pekan, kondisi air dilaporkan semakin memburuk. Jika sebelumnya masih ada aliran kecil di beberapa kran, kini air disebut tidak mengalir sama sekali.

‎Hi, pedagang daging sapi, mengungkapkan kondisi tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

‎“Sabtu kemarin masih ada kran yang ngalir kecil, ada juga yang tidak. Hari ini sudah tidak ngalir sama sekali,” ujar Hi. Minggu 29/3/2026.

‎Menurutnya, ketiadaan air membuat pedagang kesulitan menjalankan aktivitas dasar, seperti mencuci tangan hingga membersihkan lapak dan dagangan. Padahal, kebersihan menjadi hal utama, terutama bagi pedagang bahan pangan segar.

BACA JUGA:  LPM Tubaba Unik Hibah Ke PTS Milik Sugar Group.

‎Pantauan di lokasi, sejumlah pedagang tetap berjualan dengan segala keterbatasan. Sebagian harus mencari air secara mandiri, sementara lainnya terpaksa menunda aktivitas tertentu yang membutuhkan air bersih.

‎Keluhan juga disampaikan istri Hi yang turut membantu di lapak. Ia mempertanyakan kondisi fasilitas pasar yang dinilai tidak memadai.

‎“Ini air bagaimana, pasar tidak ada air, pedagang banyak yang mengeluh. Kami mau kerja tapi kondisi air seperti ini bagaimana? Dari bulan puasa alirannya sudah tidak jelas. Padahal saat jam pasar, semua harus dibersihkan, disiram, dan dicuci,” katanya.

‎Ia juga menyoroti potensi dampak kebersihan jika kondisi ini terus berlanjut.

‎“Kalau tidak dibersihkan, tempat jadi kotor. Takutnya muncul belatung. Tapi kalau kotor, pengelola pasar juga bisa marah. Sementara urusan sewa kami tetap bayar,” tambahnya.

BACA JUGA:  Puluhan Personel Gabungan polres TUBABA Amankan Konser Musik Tipe-X di Tiyuh Candra jaya.

‎Keluhan serupa disampaikan pedagang lain yang menilai ketiadaan air tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan pembeli akibat menurunnya standar kebersihan.

‎Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan fasilitas pasar. Di satu sisi, pedagang tetap dibebani kewajiban pembayaran. Di sisi lain, layanan dasar seperti air bersih tidak terpenuhi secara optimal.

 

‎saat berita tersebut dikirim ke Helmi kepala pasar pulung membalas pesan WhatsApp,” terimakasih, hari ini mulai diperbaiki,”Ujarnya.

 

Beda dengan keadaan dipasar pada hari Sabtu tanggal 18, yang kenyataannya air tidak mengalir, sampah di lokasi parkir 2 Minggu yang lalu belum dibersihkan maupun diangkut.

 

‎Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pengelola pasar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menilai masalah ini mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kesehatan lingkungan.

BACA JUGA:  Ops Sikat Krakatau 2024, Unit Reskrim Polsek Lambu Kibang Menerima Penyerahan Satu Buah Senpi Rakitan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait mengenai penyebab terhentinya aliran air di lantai dua pasar tersebut.

‎(H)