Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com — Menanggapi keluhan warga Panaragan Jaya terkait dugaan pencemaran sumur akibat aktivitas Manajemen Berbasis Gizi (MBG) milik Yayasan Juang Samo Berdiri, pihak pengelola MBG melalui Muhammad Ardi Kurniawan, selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panaragan Jaya, memberikan klarifikasi.
Ardi menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga sejak awal Oktober 2025, dengan menyalurkan air bersih langsung ke rumah warga yang terdampak.
“Tindak lanjut dugaan pencemaran itu sudah kami lakukan sejak Oktober. Kami sudah memberikan air bersih, memasang selang untuk mencuci pakaian, dan memenuhi kebutuhan air warga,” ujarnya, Rabu (6/11/2025).
Ia membantah tudingan bahwa tidak ada tindakan nyata dari pihak MBG.
“Kami menyanggah pernyataan tersebut. Sejak awal Oktober kami sudah melakukan langkah konkret, termasuk meminta bantuan penyedotan air kepada pihak Damkar. Itu pun hanya sebatas membantu pembersihan, bukan keterlibatan langsung dalam pengelolaan limbah,” jelasnya.
Terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Ardi mengaku sistem yang digunakan sudah mengikuti standar seperti IPAL rumah sakit.
“Insyaallah air yang keluar dari IPAL kami sudah melalui proses pengolahan sehingga dalam kondisi bersih dan aman,” tambahnya.
Selain itu, pihak MBG juga telah merencanakan pembuatan sumur bor baru bagi warga yang terdampak.
“Permintaan warga untuk dibuatkan sumur bor sudah kami koordinasikan dengan pihak pembor. Saat ini masih menunggu jadwal karena mereka masih mengerjakan proyek lain. Tapi sudah masuk daftar antrean dan akan segera dilaksanakan,” ujar Ardi.
Ia juga menyebut bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulang Bawang Barat telah mengetahui dan melakukan komunikasi melalui grup koordinasi resmi.
“Pihak lingkungan hidup sudah berkomunikasi dengan kami. Bahkan sebelum ada panggilan resmi, kami sudah lebih dulu melakukan tindakan di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, Ardi menegaskan bahwa keluhan warga atas pembelian air bersih sudah mendapat perhatian.
“Istri Pak Ali Kusna juga bekerja di sini. Kami sudah menerima keluhan langsung dan menyalurkan air dari dapur SPPG. Selain itu, kami juga sudah memberikan kompensasi dana untuk warga yang terdampak, agar tidak merasa dirugikan,” pungkasnya.
(Red/tim)












