Tubaba – indonewsmedia.com – Pemerintah Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), memanfaatkan 20 persen Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp.202.300.000 untuk pengembangan usaha ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) Ragem Sai.
Program ini resmi diluncurkan pada 12 September 2025, sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat Tiyuh.
BUMT Ragem Sai yang menjadi pelaksana program tersebut diketuai oleh Sukman, dengan Yeni Apriyantina sebagai sekretaris dan Agusti Saputra sebagai bendahara.
Dalam tahap awal pengelolaan, usaha ini memelihara 531 ekor ayam petelur dengan target produksi telur harian yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dan menjadi sumber pendapatan baru bagi Tiyuh.
“Program ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan Dana Desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami berharap usaha ini dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Sukman, Ketua BUMT Ragem Sai. Kamis 16/10/2025
Saikudin Kepalo Tiyuh Penumangan menjelaskan bahwa pengalokasian 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan dan hewani merupakan amanat pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Dengan adanya usaha ayam petelur ini, kami tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan BUMT, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat Tiyuh,” terangnya.
Pemerintah Tiyuh bersama BUMT berkomitmen untuk menjalankan usaha ini secara profesional dan transparan, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar usaha ini berjalan optimal dan menjadi contoh bagi Tiyuh lainnya,” tambahnya.
Dengan adanya inovasi ini, Tiyuh Penumangan diharapkan menjadi salah satu desa percontohan dalam pengelolaan Dana Desa berbasis produktif di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
(Redaksi/ADV)












