Tubaba, indonewsmedia.com – Upaya memperkuat dunia pendidikan kembali menggema di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Rabu (10/9/2025), Balai Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik, menjadi saksi digelarnya pelatihan interaktif bertema “Sinergi Sekolah dan Tiyuh: Membangun Pendidikan Berdaya dan Mandiri.”
Kegiatan ini dihadiri PJ Kepalo Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Chairullah Ahmad, S.Pt. Dalam sambutannya, ia menegaskan pendidikan tidak akan pernah bisa berdiri sendiri tanpa dukungan lintas sektor.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga pemerintah Tiyuh. Kita harus bersinergi agar pendidikan benar-benar menjadi pondasi kemandirian masyarakat,” tegas Chairullah penuh semangat.
Pelatihan ini melibatkan perangkat Tiyuh, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat. Tujuannya jelas: membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya urusan sekolah.
Dengan metode partisipatif, peserta diajak menggali strategi peningkatan mutu belajar, pemberdayaan siswa, hingga merumuskan bentuk kerja sama konkret antara sekolah dan Tiyuh.
Sebagai langkah awal, disepakati tiga program prioritas:
1. Program Bahasa SSB – penguatan bahasa lokal dan literasi budaya.
2. Program E-Link – digitalisasi akses pembelajaran dan administrasi berbasis teknologi.
3. Program Bahasa Inggris – peningkatan kompetensi siswa menghadapi tantangan global.
Harapannya, ketiga program ini menjadi tonggak lahirnya model pendidikan berbasis komunitas yang lebih mandiri sekaligus mempersempit jurang keterbatasan yang selama ini membelenggu dunia pendidikan di Tubaba.
Di tempat yang sama, Rosi, pendamping guru penggerak di Kecamatan Tulang Bawang Udik, menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara sekolah dan Tiyuh.
“Pelatihan ini jadi momentum. Selama ini di Kagungan Ratu Agung sudah ada program bahasa Inggris di SDN 16, juga ada program ekologi dan olahraga yang digagas Tiyuh. Itu bisa jadi inspirasi bagi guru-guru penggerak di kecamatan lain untuk berkolaborasi dengan Tiyuh masing-masing,” ungkap Rosi.
Ia menambahkan, pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah semata, melainkan tugas bersama.
“Pendidikan itu milik kita semua. Harapannya ke depan ada sinergi nyata, program sekolah bisa diintegrasikan dengan program Tiyuh, sehingga anak-anak kita benar-benar siap menjadi aset bangsa,” tandasnya. (Hln)
