Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) Kibang Yekti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, mulai mengelola dana penyertaan modal sebesar Rp164 juta pada tahun 2025 dengan meluncurkan program penggemukan sapi. Langkah ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat.
Sebagai tahap awal, BUMT telah mendatangkan 8 ekor sapi untuk digemukkan. Program ini diharapkan tidak sekadar menambah ketersediaan daging sapi di wilayah setempat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui usaha produktif berbasis desa.
Mansur, Kepalo Tiyuh Kibang Yekti Jaya, menyampaikan optimismenya terhadap keberhasilan program tersebut.
“Kami berharap program ini berjalan sukses dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tapi juga membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Senada, salah satu pengurus BUMT menegaskan komitmen mereka dalam mengelola dana tersebut secara profesional.
“Dengan adanya penggemukan sapi, BUMT bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat tiyuh. Kami siap bertanggung jawab agar hasilnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Program ini juga sejalan dengan semangat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan bahwa dana penyertaan modal desa/Tiyuh wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan untuk kepentingan pembangunan ekonomi masyarakat. Jika dana tidak dikelola sesuai aturan, penyalahgunaan bisa berimplikasi pada sanksi pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001.
Karena itu, publik berharap pengelolaan Rp164 juta ini benar-benar tepat sasaran, tidak sekadar seremonial, apalagi hanya menguntungkan segelintir orang. Warga pun menanti hasil nyata dari program penggemukan sapi ini, agar BUMT Kibang Yekti Jaya tidak hanya menjadi papan nama, melainkan tulang punggung ekonomi kerakyatan. (Hln)












