Berita  

Warga Soroti Pengelolaan Limbah MBG Kagungan Ratu, Muncul Perbedaan Keterangan Soal Izin dan Dampak Lingkungan.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com — Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Tiyuh Kagungan Ratu. Limbah cair dari dapur MBG diduga dialirkan melalui paralon menuju sungai kecil yang hanya mengandalkan kolam penampungan darurat tanpa dinding permanen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius, lantaran air limbah berpotensi langsung terserap ke aliran sungai, terlebih saat hujan turun dan debit air meningkat yang hampir dipastikan menyebabkan kolam meluap.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kolam penampungan limbah tersebut tidak dibangun secara permanen. Tanpa lapisan pengaman yang layak, limbah cair berisiko mencemari lingkungan sekitar dan merugikan warga.

 

Asisten lapangan MBG Kagungan Ratu, Febri, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penggunaan lahan telah mendapatkan izin dari pemilik rumah.

“Untuk tanah kebetulan masih punya yang punya rumah. Kami memang sudah dibolehkan membuangnya ke embung. Izin sama yang punya rumah juga. Nama yang punya rumah kurang paham, pokoknya orang Kagungan Ratu. Masalah sewa-menyewa dan tanah itu kepala dapur yang tahu,” ujar Febri. 31/12/2025.

BACA JUGA:  Satreskrim Polres Tulang Bawang Tangkap Perempuan Muda Yang Jadi Pelaku TPPO.

 

Namun pernyataan tersebut justru bertolak belakang dengan keterangan Jono, pemilik lahan yang dilalui paralon limbah yang tertanam di dalam tanah.

“Paralon lewat tanah saya, pas batas tanah sawit punya saya. Tidak ada izin pemasangan. Saya tahunya dikasih tahu kemarin, sebelumnya tidak tahu ada paralon di situ,” tegas Jono.

 

Kontradiksi keterangan ini menimbulkan tanda tanya besar: siapa yang sebenarnya memberi izin pemasangan paralon limbah tersebut?

 

Tak hanya soal limbah, persoalan tenaga kerja pun menuai sorotan. Febri menyebut sebagian pekerja berasal dari luar Tiyuh Kagungan Ratu.

“Yang kerja warga Kagungan Ratu, tapi ada juga dari luar karena kemarin tidak dapat semua dari sini. Kami ambil dari Karta Raharja, dua orang,” katanya.

 

Namun fakta di lapangan kembali memunculkan perbedaan informasi. Seorang karyawan MBG pengantar ompreng yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa jumlah pekerja dari luar Tiyuh mencapai tujuh orang.

 

“Mobil yang dipakai masih Kijang dan Xenia, belum pakai mobil MBG. Karyawan dari luar Tiyuh ada tujuh,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Satuan Intelkam Polres Tulang Bawang Menerima Penyerahan Senpi Ilegal dan Amunisi Aktif, AKP Dartiyo: Kami Berikan Apresiasi.

 

Keanehan lain ditemukan saat tim media mendatangi lokasi MBG Kagungan Ratu. Asisten lapangan Febri tidak berada di tempat dengan alasan sedang ke Daya Murni. Tim justru ditemui seorang pria yang mengaku sebagai satpam atau penjaga malam.

“Saya orang Gunung Batin,” katanya singkat.

 

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan baru, mengingat yang bersangkutan bukan warga Tiyuh Kagungan Ratu, bahkan disebut berasal dari luar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hal ini bertolak belakang dengan klaim bahwa pengamanan melibatkan warga setempat.

 

Lebih memprihatinkan lagi, limbah yang dialirkan ke sungai kecil itu disebut-sebut telah berdampak langsung pada lingkungan. Salah seorang warga mengaku tanaman lumut miliknya mati seluruhnya setelah terpapar air dari aliran tersebut.

 

Terkait armada angkutan, Febri menyatakan seluruh kendaraan telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan dinyatakan aman.

“Mobil kami masih nyewa, tapi sudah dicek semua. Tidak berbau, tidak bawa barang seperti anjing atau lainnya. Sertifikat halal sudah keluar, semua aman,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bupati Tulang Bawang Barat Lantik Afrika Saleh, S.H. sebagai Kepalo Tiyuh Karta sari Hasil PAW.

 

Meski demikian, deretan temuan di lapangan, perbedaan keterangan antar pihak, serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan warga menimbulkan keresahan. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, sebelum dugaan pencemaran ini berubah menjadi bencana lingkungan yang lebih besar.

(H/N).