Lampung Utara, indonewsmedia.com – Sebuah tayangan siaran langsung (live) di TikTok yang diduga memperlihatkan seorang siswa berseragam SMA sedang merokok di lingkungan sekolah saat jam pelajaran menjadi perbincangan warganet. Peristiwa tersebut disebut terjadi di SMA Negeri 1 Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.
Video yang beredar luas di media sosial itu memicu kritik dari masyarakat karena dinilai mencerminkan rendahnya kedisiplinan peserta didik serta memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di lingkungan sekolah.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala SMA Negeri 1 Abung Timur, Budi Cahyono, S.Pd, membenarkan bahwa siswa yang terekam dalam video tersebut merupakan peserta didik di sekolah yang dipimpinnya.
“Benar, yang bersangkutan merupakan siswa kami. Sekolah akan memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku dan akan memanggil orang tua atau wali murid untuk dilakukan pembinaan,” ujar Budi. Jum’at 17/7/2026.
Meski pihak sekolah menyatakan akan mengambil tindakan tegas, kejadian tersebut tetap memunculkan sorotan publik. Pasalnya, aksi merokok yang diduga dilakukan di lingkungan sekolah bahkan disiarkan secara langsung melalui media sosial dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mempertanyakan bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi tanpa diketahui oleh pihak sekolah.
“Kalau sampai siswa bisa merokok di lingkungan sekolah sambil live TikTok, tentu masyarakat bertanya-tanya bagaimana pengawasannya. Ini seharusnya menjadi evaluasi serius,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap peserta didik tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan di lingkungan sekolah, tetapi juga penggunaan media sosial yang dapat berdampak pada citra dunia pendidikan.
Masyarakat berharap pihak sekolah tidak hanya memberikan sanksi kepada siswa yang bersangkutan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan, memperkuat pembinaan karakter, serta meningkatkan kerja sama dengan orang tua agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(Ledy)












