Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Anggota DPR RI Periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Tahap XVII Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Reses Masa Sidang Tahun 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II. Kegiatan tersebut berlangsung di dua Tiyuh di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada 17 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi wadah bagi warga menyampaikan aspirasi pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di kediaman Bimo, Ketua PAC Partai Demokrat, di Tiyuh Margo Mulyo. Selanjutnya, sosialisasi dan reses dilaksanakan di kediaman Toyip di Tiyuh Margo Dadi, di wilayah Kecamatan Tumijajar.
Sejak pagi, puluhan warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti sosialisasi yang bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, Edi Anwar, Arif Nurohman, Nur Muhammad, serta Kepalo Tiyuh Margo Dadi, Veri. Kehadiran para wakil rakyat dari tingkat pusat hingga daerah menjadi wujud sinergi dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam sambutannya, Marwan Cik Asan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersilaturahmi.
”Terima kasih sudah meluangkan waktunya bertemu dan bersilaturahmi dengan saya beserta jajaran. Saya mengajak bapak dan ibu semua untuk selalu bersyukur. Kehadiran saya bersama Edi Anwar, Arif, Wamil, Ruslan, Nur Muhammad, Sarmin, ini adalah sebagai bentuk penyambung silaturahmi kita. Saya dua kali ke Tumijajar dan ini adalah tugas kami sebagai wakil rakyat, yaitu menyerap aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan lewat aspirasi ini, baik yang menjadi kewenangan tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat, ada yang bisa kita realisasikan. Walaupun kadang-kadang aspirasi dari pertemuan yang kemarin belum terealisasi dan sekarang kami sudah datang lagi, tetapi ini adalah tanggung jawab politik kami. Meskipun aspirasi bapak dan ibu ada yang lambat atau belum terealisasi, kami harus tetap hadir sebagai bentuk tanggung jawab kepada konstituen. Yang bahaya itu kalau aspirasinya tidak datang-datang, orangnya juga hilang, baru datang tahun 2029,” ungkap Marwan Cik Asan. Jum’at 31/7/2026.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan interaktif. Selain menerima materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung serta menyampaikan berbagai usulan pembangunan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, Nurwanto, warga Tiyuh Margo Mulyo, mengusulkan pembangunan jembatan yang jebol, peningkatan jalan lapen di RK 10 dan RK 11, serta pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sementara itu, Daniel, warga Tiyuh Margo Dadi, mengusulkan pembangunan jalan hotmix di RK 2 serta pembangunan sumur bor guna menunjang kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Marwan Cik Asan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta kemampuan yang dimiliki.
”Kami akan berupaya maksimal memperjuangkan setiap usulan yang masuk, sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” tegas Marwan Cik Asan.
Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan menjadi sarana strategis untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sehingga program pembangunan dapat disusun lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara masyarakat dan para wakil rakyat. Melalui kegiatan tersebut diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin erat, sehingga terbangun sinergi dalam mendorong pembangunan yang merata, berkeadilan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di dua Tiyuh di Kecamatan Tumijajar.
(Holan)




