Login
Berita  

Puluhan Tahun Tak Berfungsi, Jaringan Irigasi di Tulang Bawang Barat Sisakan Tanda Tanya Besar.

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Deretan bangunan dan jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, kini menyisakan tanda tanya besar. Infrastruktur yang dibangun sejak era Orde Baru hingga berbagai program rehabilitasi pada tahun-tahun berikutnya itu diduga belum mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup pada ketersediaan air.

 

Hasil penelusuran tim di lapangan menemukan sejumlah saluran dan tanggul irigasi dalam kondisi tidak dialiri air. Beberapa di antaranya tampak terbengkalai, seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang pembangunan yang menelan anggaran negara selama puluhan tahun.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pembangunan, rehabilitasi, hingga pemeliharaan jaringan irigasi yang selama ini dibiayai menggunakan dana negara. Di tengah kebutuhan sektor pertanian yang terus meningkat, keberadaan infrastruktur yang tidak berfungsi optimal tentu menjadi perhatian serius.

 

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan sejumlah prasasti dan papan proyek yang menandai adanya kegiatan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai lokasi.

 

Salah satu temuan berada di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Di lokasi tersebut terdapat penanda pekerjaan yang menunjukkan pembangunan dilakukan pada tahun 1989. Menurut keterangan warga setempat, saluran irigasi itu sempat mengalirkan air pada masa awal pembangunan. Namun, fungsi tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya saluran tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya.

 

Temuan lain berada pada proyek bertuliskan “Desain Rehabilitasi D.I. Way Rarem (Lanjutan)” yang dikerjakan oleh PT Bima Buana Raya pada tahun 2018. Selain itu, di Tiyuh Karta Raya (eks Karta Raharja), ditemukan prasasti kegiatan “Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Way Rarem” yang dilaksanakan oleh PT Transka Dharma Konsultan pada tahun 2016.

 

Tidak hanya itu, tim juga menemukan tanggul irigasi di wilayah Tulang Bawang Udik yang hingga kini tidak dialiri air. Di lokasi tersebut masih terpasang penanda pekerjaan “Desain Rehabilitasi D.I. Way Rarem” tahun 2018.

 

Serangkaian temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan irigasi masyarakat. Padahal, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

 

Seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jaringan irigasi yang telah dibangun maupun direhabilitasi.

 

“Jika memang ditemukan jaringan yang tidak berfungsi dalam waktu lama, perlu dilakukan audit teknis untuk mengetahui penyebabnya, apakah karena faktor desain, kerusakan, perubahan sumber air, atau faktor lainnya,” ujarnya. Sabtu 20/6/2026.

 

Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak sekadar meninggalkan bangunan fisik tanpa fungsi yang jelas.

 

Di sisi lain, masyarakat berharap instansi terkait, baik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS), pemerintah daerah, maupun aparat pengawas internal pemerintah dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi jaringan irigasi tersebut.

 

Harapan itu muncul karena jaringan irigasi merupakan aset negara yang dibangun untuk menunjang sektor pertanian. Ketika infrastruktur tersebut tidak berfungsi secara optimal, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Mesuji Sekampung belum memberikan keterangan resmi terkait temuan sejumlah bangunan dan jaringan irigasi yang disebut warga tidak berfungsi secara optimal.

 

Masyarakat kini menanti adanya transparansi, evaluasi, dan langkah konkret dari pihak berwenang agar aset negara yang dibangun menggunakan uang rakyat benar-benar memberikan manfaat bagi sektor pertanian serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Tulang Bawang Barat.

 

(Red/Nurul)

Exit mobile version