Berita  

‎Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Perkawinan Usia Dini, Dinas PPPA Tubaba Edukasi Siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik.

Nurul Huda

TULANG BAWANG BARAT, Indonesia.com – Upaya melindungi generasi muda dari berbagai bentuk kekerasan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak (KtA), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan pencegahan perkawinan usia anak, para pelajar dibekali pemahaman mengenai hak-hak anak serta risiko yang dapat mengancam masa depan mereka.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 2 Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada Kamis (4/6/2026), dan diikuti oleh siswa-siswi sekolah setempat dengan antusias.

‎Dalam kegiatan itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tubaba memberikan pemaparan terkait pentingnya perlindungan anak, dampak kekerasan terhadap tumbuh kembang anak, serta konsekuensi hukum dan sosial dari perkawinan usia dini.

BACA JUGA:  PJ Bupati Tubaba Sambut Kedatangan Direktorat BKKBN RI.

‎Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan, sekaligus aktif mengajukan pertanyaan seputar pergaulan remaja, perlindungan hukum bagi anak, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.

‎Perwakilan Dinas PPPA Kabupaten Tubaba menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan serta perilaku yang berisiko merugikan masa depan.

‎Muli, perwakilan Dinas PPPA Kabupaten Tubaba, saat dikonfirmasi mengatakan,”Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak memiliki keberanian untuk melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindakan kekerasan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,”ujar Muli.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Tubaba Gelar Pengobatan Gratis Serentak di 16 Titik.

 

‎lanjutnya,”Selain itu, sosialisasi juga bertujuan menekan angka perkawinan usia anak yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah. Perkawinan dini dinilai dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, serta masa depan generasi muda,”ungkapnya.

‎ia menambahkan, ” Melalui kegiatan ini,diharapkan para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi positif mengenai perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan pentingnya merencanakan masa depan melalui pendidikan yang lebih baik.”pungkasnya.

‎Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.

BACA JUGA:  Pj Bupati Tulang Bawang Hadiri Perhelatan Festival Pekan Raya Lampung Tahun 2024.

‎(Holan)