Berita  

‎Penetrasi Pasar di Panaragan Jaya, Pemkab Tubaba Jual Minyak dan Beras SPHP dengan Harga Terjangkau.

Nurul Huda

TULANG BAWANG BARAT, indonewsmediam.com – Upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat kembali menyentuh pasar tradisional. Gerakan Penetrasi Pasar dalam rangka pengendalian harga komoditas kembali digelar di Pasar Tradisional Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Rabu (23/9/2026).

 

‎Sejak kegiatan dibuka sekitar pukul 09.00 WIB, masyarakat mulai memadati lokasi. Warga terlihat antusias mendatangi pasar untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

 

‎Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga bahan pokok.

 

‎Gerakan Penetrasi Pasar tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H.; Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Ahmad Nazarudin, S.IP., M.IP.; Inspektur Daerah; Kepala Dinas Ketahanan Pangan; Kepala Bapperida; Kepala BPKAD; Kepala Satpol PP atau yang mewakili; Kepala Dinas Kominfo; Kepala Dinas Perhubungan; Kepala Dinas Sosial; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP); Kepala Dinas Perikanan; Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan; Kabag Perekonomian; Kabag Adpem; Camat TBT; serta sejumlah tamu undangan lainnya.

BACA JUGA:  Hj. Hanifah, S.E. Teguhkan Jiwa Nasionalisme Lewat Pembinaan Ideologi Pancasila di Pesawaran.

 

‎Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tubaba menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok, yakni minyak goreng, gula, dan beras SPHP.

 

‎Untuk minyak goreng, pemerintah menyediakan sebanyak 150 dus atau 1.800 liter dengan harga Rp15.500 per kemasan 1 liter. Sementara itu, beras medium SPHP disediakan sebanyak 2 ton dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp58.000 per karung.

 

‎Ketersediaan komoditas dengan harga yang lebih terjangkau tersebut mendapat perhatian masyarakat. Warga memanfaatkan momentum penetrasi pasar untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif ringan bagi pengeluaran rumah tangga.

BACA JUGA:  Diimbau Tutup, Karaoke Diva Masih Buka, Warga Nilai Pengelola Abaikan Teguran.

 

‎Kepala Dinas Koperindag Tubaba, Ahmad Nazarudin, menjelaskan bahwa kegiatan penetrasi pasar dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah membantu menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

 

‎Untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat, pemerintah juga menerapkan pembatasan jumlah pembelian.

 

‎Setiap warga dibatasi membeli minyak goreng sebanyak satu kemasan 1 liter, sedangkan pembelian beras dapat disesuaikan dengan kondisi dan animo masyarakat.

 

‎Pembatasan tersebut diterapkan agar komoditas yang disediakan pemerintah tidak hanya dinikmati oleh sebagian warga, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

 

‎Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, dalam sambutannya mengatakan,”Gerakan Penetrasi Pasar ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,”Ujarnya Eri.

BACA JUGA:  SPPI Tubaba Gelar “Agustusan Bersama SPPI Se-Tubaba” 2026: Loyalitas Tanpa Batas, Salam Integritas.

‎lanjutnya,” Di tengah pergerakan harga kebutuhan sehari-hari, kehadiran pemerintah melalui operasi atau penetrasi pasar menjadi salah satu bentuk intervensi untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus membantu mempertahankan daya beli masyarakat.”pungkasnya.

 

 

‎(Holan)