Tubaba, indonewsmedia.com — Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus KDKMP Tahun 2025 dengan tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” resmi digelar di Wisma Asri, Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, pada Senin (17/11/2025).
Pelatihan ini menyasar para pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan diharapkan mampu memicu lahirnya sumber daya manusia yang lebih kompeten, adaptif, serta siap menghadapi tantangan pembangunan ekonomi jangka panjang. Program ini menjadi penting mengingat tuntutan modernisasi koperasi semakin tinggi, sementara di lapangan masih sering ditemukan persoalan manajerial, minimnya inovasi, hingga lemahnya tata kelola.
Dalam sambutan Bupati Tubaba yang diwakili Asisten II, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., ia menegaskan bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan wadah utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Koperasi tumbuh dan berkembang atas dasar semangat kebersamaan, gotong royong, dan kejujuran dalam mengelola usaha bersama. Namun untuk menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial, inovatif, dan adaptif agar tetap eksis dan berdaya saing di tengah perubahan ekonomi global,” ujarnya.
Eri menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi ruang peningkatan pengetahuan, keterampilan, sekaligus integritas para pengurus KDKMP. Dengan sistem pengelolaan yang lebih modern, koperasi diharapkan bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi motor penggerak roda perekonomian daerah.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Koperindag untuk terus mendampingi dan memfasilitasi penguatan koperasi. Program pelatihan, pendampingan, hingga kemitraan usaha akan terus digulirkan agar koperasi tidak berhenti hanya sebagai nama, tetapi benar-benar memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II, Plt. Kepala Dinas Koperindag, Project Management Officer (PMO) pusat, para ketua, peserta pelatihan, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Mereka memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kualitas SDM koperasi yang selama ini masih sering menjadi titik lemah dalam pengelolaan lembaga ekonomi masyarakat.
(Hln)












