Tubaba, indonewsmedia.com — Kepala Sekolah SD Negeri 11 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tubaba, provinsi Lampung berinisial RA, menjadi sorotan publik setelah terseret isu dugaan perzinaan dan kasus narkoba. RA diduga tinggal serumah dengan seorang pria selama dua tahun sebelum mengajukan gugatan cerai, dan juga pernah dipenjara terkait kasus narkotika.
Ditemui di kantor sekolah, RA memberikan klarifikasi. Ia mengaku telah menikah kembali secara siri karena merasa telah ditinggalkan suaminya selama tujuh tahun tanpa kabar dan tanpa nafkah lahir maupun batin.
“Kalau ditanya apakah saya sudah menikah, saya jawab iya. Karena selama tujuh tahun saya ditinggal tanpa kabar dan nafkah, baik lahir maupun batin,” ujar RA. Jum’at 8/8/2025.
RA juga mengaku memiliki trauma akibat pernikahan sebelumnya, yang membuatnya memilih menikah siri.
“Saya hancur oleh mantan suami dan keluarganya. Saya ini PNS dan sarjana, disekolahkan oleh keluarga saya hingga ke keluarga mereka. Saya trauma untuk menikah lagi secara resmi,” ungkapnya.
Soal status pernikahan siri, RA mengakui bahwa secara negara tidak sah, namun secara agama tetap dianggap sah.
“Tidak diakui negara, tapi sah menurut agama,” tegasnya. Ia juga membantah tudingan telah melakukan perzinaan.
Terkait kasus narkoba, RA tak menampik pernah menjalani hukuman penjara selama 11 bulan. Namun, ia menyatakan bahwa dirinya hanya berada di lokasi saat penggerebekan terjadi.
“Saat itu saya main ke rumah mantan ipar saya, Sep, yang suaminya juga mantan napi narkoba. Ketika terjadi penggerebekan, saya ikut terjaring karena mengetahui tapi tidak melaporkan,” jelasnya.
RA menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengajukan diri sebagai kepala sekolah. Penunjukan dirinya berasal dari dukungan lingkungan sekolah.
“Saya tidak mengajukan diri. Warga, komite, kepala sekolah lama, guru-guru, dan Korwas yang mengusulkan saya. Mereka membuat surat pernyataan bermaterai. Sebelumnya saya mengajar di Tumijajar,” terangnya.
Soal gaji PNS selama menjalani hukuman, RA menyebut tidak memiliki akses karena masih berada di dalam tahanan.
“Yang ambil gaji itu mantan suami saya, Sukses Ansori. Saat itu, dinas pendidikan juga mengetahui kondisi saya.” pungkasnya.
(H/tim)












