TULANG BAWANG BARAT, indonewsmedia.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan (Dapil) VI, Intan Rehana, S.Ked., melaksanakan Reses Tahap VI periode jabatan 2024–2029.
Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Rabu (19/8/2026), dan dihadiri masyarakat setempat.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepalo Tiyuh Gunung Timbul, Nurhamid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Intan Rehana di tengah masyarakat.
“mudah-mudahan kedatangan Intan di Tiyuh kami, Tiyuh Gunung Timbul membawa kebaikan dan kabar gembira. Bapak, ibu, Intan Rehana ini putri Bupati pertama kita, yaitu Bahtiar Basri. Terima kasih karena beliau itu Bupati pertama yang dipilih oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Tubaba. Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih,” ujar Nurhamid.
Sementara itu, Intan Rehana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kedewanan untuk menyerap aspirasi masyarakat (Reses)
“Saya anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra, Komisi V, yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan, kesejahteraan masyarakat dan lain sebagainya,”jelas Intan.
Selain membahas kebudayaan, agenda reses juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Salah seorang warga Daya Sakti menyampaikan beberapa usulan kepada Intan Rehana, di antaranya pengadaan pengeras suara untuk kegiatan pengajian atau toa, perbaikan jalan provinsi, pembangunan sumur bor, layanan BPJS, serta bantuan seragam pengajian.
Aspirasi serupa juga disampaikan Sagi, warga Gunung Timbul. Ia mengusulkan agar jalan lingkungan dari belakang SD menuju arah gereja dapat dilakukan pengaspalan. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta BPJS gratis.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Intan meminta masyarakat dan pemerintah Tiyuh melengkapi data pendukung agar aspirasi dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai.
Intan menjelaskan, masyarakat dapat menyertakan foto kondisi jalan, ukuran atau panjang jalan yang diusulkan, serta proposal dalam bentuk PDF yang telah mendapatkan cap dan tanda tangan Kepalo Tiyuh.
Menurutnya, kelengkapan administrasi dan data lapangan menjadi bagian penting agar setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat dipetakan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sarno.
Berbagai usulan yang muncul, mulai dari infrastruktur jalan, sarana air bersih, pelayanan kesehatan hingga kebutuhan sosial-keagamaan, menjadi gambaran nyata persoalan yang masih dirasakan masyarakat di tingkat Tiyuh dan lingkungan.
(Holan)
