Login
Berita  

‎Ketua Umum GWI Andera Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibu Tri Hari Mastuty.

Banyuwangi, indonewsmedia.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gabungan Wartawan Indonesia (GWI). Ibu Tri Hari Mastuty dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 01.58 WIB di RSUD Banyuwangi, Jawa Timur.

‎Kepergian almarhumah tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi sahabat, kerabat, dan sejumlah pihak yang mengenalnya. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih sayang, tulus, dan memiliki perhatian besar terhadap orang-orang di sekitarnya.

‎Setelah proses penanganan dan persiapan keluarga, jenazah almarhumah diberangkatkan dari Banyuwangi menuju Denpasar, Bali. Selanjutnya, almarhumah akan dimakamkan di Makam Mumbul, Kabupaten Badung, Bali. Adapun jadwal pemakaman akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak keluarga.

‎Atas kabar duka tersebut, Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Andera, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia mengaku sangat kehilangan sosok yang selama ini telah memberikan banyak perhatian, nasihat, dan kasih sayang dalam kehidupannya.

‎”Kami keluarga besar Andera menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Tri Hari Mastuty. Beliau adalah mama angkat yang penuh kasih sayang, kebaikan, dan ketulusan. Kehadiran beliau telah memberikan banyak pelajaran serta kenangan berharga bagi kami,” ujar Andera. Kamis 18/6/2026.

‎Menurutnya, almarhumah merupakan figur yang memiliki tempat istimewa di hati keluarga besar Andera. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan serta keteladanan yang ditunjukkan selama hidup akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi mereka yang pernah dekat dengannya.

‎Dalam suasana duka tersebut, Andera juga memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

‎”Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” tambahnya.

‎Kepergian Ibu Tri Hari Mastuty menjadi kehilangan yang mendalam bagi banyak pihak. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa, ketulusan, serta kebaikan yang telah beliau berikan semasa hidupnya.

‎Di mata keluarga dan orang-orang terdekat, almarhumah akan selalu dikenang sebagai sosok yang menghadirkan kehangatan, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Meski telah berpulang, jejak kebaikan yang ditinggalkannya diyakini akan terus hidup dalam ingatan dan hati mereka yang pernah mengenalnya.

 

‎(Red/Tim)

Exit mobile version