TULANG BAWANG BARAT, indonewsmedia.com — Proyek pembangunan tiang listrik di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan tajam dari masyarakat. Infrastruktur yang disebut-sebut baru rampung pada Oktober 2025 itu kini justru memprihatinkan.
Sejumlah tiang listrik yang terbuat dari pipa paralon berisi adukan semen tampak bengkok bahkan patah di beberapa titik, Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga.
Proyek yang dibiayai anggaran daerah itu dinilai tidak mengedepankan kualitas dan aspek keselamatan, sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan serta warga sekitar.
“Baru seumur jagung sudah rusak. Kalau seperti ini, jelas kami mempertanyakan kualitas dan pengawasannya,” ungkap salah seorang warga di lokasi. Minggu 1/2/2026.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (29/01/2026), Kepalo Tiyuh Pagar Dewa, Mursalim, membenarkan adanya pekerjaan fisik tiang listrik yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025. Namun, ia enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait kualitas pekerjaan tersebut.
“Benar ada pekerjaan tiang listrik di Tiyuh kami. Saat ini saya sedang berada di luar Tiyuh. Semuanya sudah saya serahkan kepada Ketua TPK, Bapak (P). Silakan konfirmasi langsung kepada beliau,” tulis Mursalim singkat.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), (P), mengakui bahwa proyek tersebut memang telah selesai dikerjakan. Menanggapi hilangnya papan informasi proyek yang dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), (P) berdalih papan tersebut rusak akibat cuaca.
“Papan informasinya ada, tapi diterbangkan angin. Nanti saya tunjukkan,” klaimnya.
Ia juga menyinggung soal honor yang diterimanya sebagai TPK.
“Saya hanya mendapatkan 150 ribu saja untuk pengerjaan itu, tidak lebih,” tambahnya.
Terkait kondisi tiang listrik yang bengkok dan patah, (P) berjanji akan melakukan perbaikan atau servis pada bagian yang rusak.
Namun, upaya jurnalis untuk memperoleh klarifikasi lanjutan di lapangan justru menemui hambatan. Saat diminta bertemu langsung di Tiyuh Pagar Dewa, (P) sempat meminta agar dihubungi kembali ketika tim media telah tiba di lokasi.
Ironisnya, tak lama berselang, nomor WhatsApp yang bersangkutan mendadak tidak aktif hingga berita ini diturunkan, sehingga menimbulkan kesan menghindari konfirmasi.
Kekecewaan juga diungkapkan warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menilai pemilihan material paralon sejak awal sudah tidak logis untuk menopang beban kabel listrik.
“Kalau memang untuk tiang listrik, seharusnya pakai tiang beton yang kokoh, bukan paralon diisi semen. Ini jelas tidak tahan lama. Padahal masih ada tiang besi besar sisa zaman genset dulu, kenapa tidak dimanfaatkan? Ini terkesan hanya buang-buang anggaran,” keluhnya.
Warga pun menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Kecamatan Pagar Dewa, mengingat proyek yang baru berusia beberapa bulan tersebut sudah mengalami kerusakan serius.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Pagar Dewa belum berhasil ditemui untuk memberikan keterangan resmi. Redaksi akan terus berupaya meminta klarifikasi dari instansi terkait guna menjamin asas keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.
(H)








