Tubaba, indonewsmedia.com – Pembangunan tiang listrik di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan tajam masyarakat. Proyek yang menggunakan bahan paralon berisi adukan semen pasir itu dilaporkan sudah patah dan mematah, padahal baru berusia beberapa bulan sejak dibangun sekitar Oktober 2025.
Ironisnya, pembangunan yang membentang kurang lebih satu kilometer, dari perempatan hingga jembatan, tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui sumber dan besaran anggaran yang digunakan.
“Ini baru seumur jagung sudah patah. Kalau begini namanya bukan pembangunan, tapi mubazir,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (27/1/2026).
Warga menilai, sejak awal pembangunan sudah tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut mereka, jika memang untuk tiang listrik, seharusnya digunakan tiang beton besar yang kokoh, bukan paralon yang diisi semen.
“Dulu waktu Tiyuh masih pakai genset, ada tiang besar yang tidak terpakai. Kalau itu dipakai, jarak 50 meter juga masih kuat. Ini jelas tidak akan tahan lama,” ujar warga tersebut di Dusun 5.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pengajuan kebutuhan tiang listrik telah dilakukan masyarakat bertahun-tahun, bahkan sejak masa kepemimpinan kepala tiyuh sebelumnya. Namun, realisasi justru dinilai tidak berpihak kepada kepentingan warga.
“Kami minta Tiyuh diutamakan dulu. Tapi malah tiang besar diduga dialihkan ke perusahaan. Yang butuh ini masyarakat,” tambahnya dengan nada kecewa.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena tidak adanya transparansi. Tanpa papan informasi, masyarakat merasa ditutup aksesnya untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan proyek.
“Kalau transparan, masyarakat tidak akan ribut. Ini tidak ada papan informasi, anggaran berapa tidak tahu, dikerjakan siapa juga tidak jelas, katanya dari luar,” ujarnya.
Masyarakat berharap agar dana desa benar-benar diarahkan sesuai kebutuhan riil, bukan sekadar menghabiskan anggaran tanpa hasil yang bermanfaat.
“Kalau akhirnya tidak bisa dipakai, untuk apa? Lebih baik dananya untuk pembangunan yang jelas manfaatnya. Jangan sampai ada kepentingan pribadi yang berlebihan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Tiyuh Pagar Dewa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait perencanaan, sumber dana, serta spesifikasi teknis pembangunan tiang listrik tersebut. Redaksi akan terus berupaya meminta klarifikasi guna memenuhi asas keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
(H/N)
