Tubaba, indonewsmedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) di Berugo Cottage, Islamic Center Tubaba, Provinsi Lampung, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan pascabencana di Bumi Ragem Sai Manggi Wawai.
Rakor tersebut dihadiri unsur pimpinan OPD lintas sektor, seperti Plt. Kadis BPBD, Kadis PUPR, Kadis Perkimta, Kadis Kesehatan, Kadis TPHP, Kadis Bapperida, Kadis Dukcapil, Kadis Perikanan, Kadis Peternakan, Kadis Damkar, Kadis Ketahanan Pangan, Plt. Kadis BKAD, Plt. Kadis Dikbud, Plt. Kadis Sosial, Plt. Kadis Kominfo, seluruh camat se-Tubaba, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran jajaran lengkap ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih terkoordinasi, cepat, dan komprehensif.
Laporan Panitia Pelaksana
Ketua pelaksana, Reja Rican Utama, M.IP, memaparkan dasar penyelenggaraan kegiatan, yakni:
1. UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
2. PP No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
3. Peraturan BNPB No. 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempersiapkan sekaligus meningkatkan kapasitas personel Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar peserta memahami pengetahuan dasar hingga teknis terkait Jitupasna sebagai fondasi utama proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Total 70 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari perwakilan OPD teknis, kecamatan se-Tubaba, serta 20 personel BPBD.
Mewakili Bupati Tubaba, Sekretaris PUPR Sadarsyah, SH., MH., MT, menegaskan bahwa pengkajian kebutuhan pascabencana merupakan instrumen vital dalam memastikan respons pemerintah berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna). Ini merupakan langkah nyata kita dalam menangani dampak bencana dengan bijaksana dan efektif. Bencana memang tidak dapat kita hindari, namun cara kita mempersiapkan diri dan merespons adalah kunci untuk mengurangi dampaknya,” Ujarnya.
Melalui proses ini, kita dapat mengetahui secara tepat apa yang dibutuhkan masyarakat setelah bencana agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk bersatu menghadapi tantangan, mempersiapkan diri menjadi lebih tangguh, dan responsif terhadap situasi darurat. Saya mengajak semua untuk berkomitmen dalam mewujudkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang holistik dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendataan kerusakan dan kebutuhan secara akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana.
Di sesi pemaparan, Aziz Salam, SE., MM dari BPBD Provinsi Lampung selaku narasumber memberikan pembekalan teknis mengenai alur pelaksanaan Jitupasna. Ia menjelaskan mekanisme pendataan, metode asesmen lapangan, hingga penentuan skala prioritas penanganan agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan terukur.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap langkah penanganan berjalan cepat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.”pungkasnya
Dengan adanya penguatan kapasitas melalui pelatihan dan koordinasi lintas sektor ini, pemerintah berharap respons pascabencana di Tubaba semakin cepat, tepat, dan berorientasi pada pemulihan masyarakat secara menyeluruh.
(Hln)












