Tubaba, indonewsmedia.com – Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMTi) Kagungan Jaya, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada tahun anggaran 2025 mengalokasikan 20 persen Dana Desa untuk pengembangan usaha ternak sapi. Program tersebut mencakup pengadaan 10 ekor sapi, pembangunan kandang, serta penyediaan mesin pencacah pakan.
Kepalo Tiyuh Kagungan Jaya, Mawardi, saat dikonfirmasi pada Jumat (28/11/2025), membenarkan adanya alokasi tersebut. Namun ia belum menjelaskan secara detail mekanisme pembelian maupun proses pengelolaan BUMTi.
“Iya, benar. Tahun 2025 kita alokasikan untuk pengembangan BUMTi, khususnya ternak sapi. Harapan saya program ini bisa berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pengurus BUMTi Kagungan Jaya, menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya menjalankan program ini dengan transparan dan sesuai aturan, mengingat penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut rentan menjadi sorotan publik.
“Kami dari BUMTi berkomitmen mengelola program ini secara terbuka. Pengadaan sapi, pembangunan kandang, dan mesin pencacah pakan akan dilakukan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah warga berharap pemerintah tiyuh dan BUMTi lebih terbuka mengenai nilai anggaran, harga satuan sapi, serta rincian pembangunan kandang, sebab bagian-bagian tersebut sering menjadi celah terjadinya markup maupun penyimpangan anggaran apabila tidak diawasi dengan ketat.
Dengan alokasi 20 persen Dana Desa yang tergolong besar, publik menanti apakah program BUMTi ini benar-benar dapat menghadirkan keuntungan usaha, atau justru menjadi beban keuangan desa apabila tidak dikelola secara profesional.
(Hln)












