Berita  

Focus Group Discussion (FGD) Pelaku Rantai Nilai Program ICARE Digelar, Soroti Penguatan Komoditas Padi di Daerah.

Nurul Huda

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com — Pertemuan focus group discussion (FGD) pelaku rantai nilai dalam Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) digelar di Aula Beruge Cottage, Kelurahan Panaragan Jaya, Selasa (18/11/2025). FGD ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ajang evaluasi kritis yang membuka kembali pertanyaan: sejauh mana program pertanian tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan petani dan bukan sekadar laporan di atas kertas.

 

Acara dibuka oleh Fauziah, Ketua Tim Teknis ICER. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan seluruh pelaku rantai nilai—mulai dari petani, pengelola pasca-panen, hingga pihak distribusi—wajib diperkuat agar output program tidak meleset dari sasaran.

BACA JUGA:  Tiyuh Menggala Mas Realisasikan BLT-DD kepada 41 KPM.

 

peserta FGD mulai menyinggung persoalan teknis. Sejumlah poin dipersoalkan, terutama terkait mekanisme penyaluran dan pengelolaan program yang dinilai berpotensi disalahgunakan bila tidak diawasi ketat.

 

“Hal-hal seperti ini harus dibuka dan dikawal bersama agar tidak menimbulkan celah,” tegas Fauziah.

 

Di sesi berikutnya, Sarwo Haddy Sumarsono, SP., MM., Kepala Dinas TPHP sekaligus narasumber, memaparkan alur pelaksanaan program serta pentingnya pembenahan rantai nilai komoditas padi di Tubaba. Ia menyoroti bahwa ketidaksinkronan data, ketimpangan penyaluran bantuan, hingga dugaan praktik tidak tepat sasaran masih kerap terjadi di tingkat lapangan.

BACA JUGA:  Polres Tulang Bawang Barat laksanakan Jumat Curhat di SMAN 1 Tumijajar.

 

“Sinergi antar-aktor itu mutlak. Tanpa itu, celah penyimpangan selalu ada, dan yang paling dirugikan adalah petani,” jelasnya.

 

FGD ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremoni. Para peserta menegaskan bahwa momen ini harus menjadi titik balik untuk memastikan program ICARE benar-benar memberikan manfaat nyata—bukan justru menambah beban petani dengan rantai birokrasi panjang yang rawan dimanipulasi.

 

“Ini saatnya memastikan program berjalan sesuai niat awal, bukan dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” pungkasnya.

 

(Hln)