Berita  

Proyek Drainase Tanpa Plang di Panaragan Jaya Utama Diduga Milik ‘Orang Polda’

Nurul Huda

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com -Proyek pembangunan drainase atau siring tanpa plang informasi yang terletak di RK 2 Tiyuh Panaragan Jaya Utama (PJU), Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, proyek yang berjalan tanpa papan informasi tersebut disebut-sebut milik “orang Polda”.

 

Hal itu diungkapkan langsung oleh Supriyanto, Kepalo Tiyuh Panaragan Jaya Utama, saat ditemui di balai Tiyuh pada Kamis (6/11/2025).

 

“Itu punya provinsi, enggak ngerti punya siapa. Demi Allah saya enggak tahu. Coba tanya sama yang kerja itu, orangnya cuma izin aja ke rumah saya, katanya mau kerja, ya saya bilang silakan. Kayaknya itu punya orang Polda, ngobrol aja sama dia,” ujar Supriyanto.

 

Sementara itu, di lokasi proyek, Japrak, salah satu pekerja, mengaku tidak tahu soal asal-usul proyek maupun keberadaan papan informasi.

BACA JUGA:  Gerak Cepat! Polsek Menggala dan Tekab 308 Polres Tulang Bawang Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan dalam Hitungan Jam.

 

“Enggak tahu, Mas. Kami cuma disuruh kerja. Kalau soal plang, anggaran, saya enggak tahu. Kami kerja harian, dibayar Rp120 ribu per hari. Kalau mau tahu, hubungi aja bosnya, Bu Meri Astuti kontraktornya. Ini nomor HP-nya,” ungkap Japrak saat ditemui di lokasi.

 

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Meri Astuti membenarkan bahwa proyek tersebut menggunakan namanya, namun menyebut tidak semua pekerjaan wajib memasang papan informasi.

 

“Dikontrak itu kan tergantung, ada yang pakai papan nama, ada yang tidak. Saya juga kurang tahu karena urusannya suami saya. Saya swasta, suami saya polisi, jadi proyek ini pakai nama saya saja. Suami saya dulu Kapolsek Gunung Agung, sekarang Kapolsek Purbolinggo,” jelas Meri Astuti.

BACA JUGA:  Pembagian BLT-DD Tahap 2 Tahun 2024.ke 25 keluarga penerima manfaat (KPM).

 

Ia juga mengaku sudah menemui Kepalo Tiyuh Panaragan Jaya Utama untuk menjelaskan soal transparansi proyek.

 

“Kemarin saya sudah ngobrol sama pak Kepalo. Kalau warga mau tahu, sekarang semua sudah transparan, bisa buka di Google atau LPSE. Sekarang semua sistemnya online, tidak seperti dulu. Fungsi LSM ya hanya memantau supaya pelaksanaan proyek baik dan benar,” ujarnya.

 

Namun, saat wartawan mencoba mengonfirmasi lebih lanjut, Meri Astuti justru memberikan pernyataan bernada ancaman terhadap media.

 

“Kalau media menaikkan berita yang tidak benar, itu bisa jadi pencemaran nama baik. Karena kami juga orang media. Saya orang Menggala, abang saya punya Radar,” katanya.

 

Di sisi lain, seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui besaran anggaran proyek tersebut.

BACA JUGA:  5 Hari Buron, Dua Pelaku Curas Dibekuk! Ini Aksi Cepat Polsek Penawartama dan Tekab 308.

“Owalah, Mas… mana tahu anggarannya berapa. Kemarin saya lihat ada yang kerja, saya tanya pak RT, katanya bangun talut,” ujar warga itu singkat.

(Red/tim)