Berita  

Dugaan Kominfo Tidak Tranpan Ratusan Wartawan, Media Tubaba Bersatu (MTB) Turun Ke Jalan Gelar Aksi Damai.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Gejolak besar bakal mengguncang Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ratusan wartawan dari berbagai media—cetak, online, hingga elektronik—dipastikan turun ke jalan menggelar Aksi Damai Media pada Senin, 8 September 2025.

 

Aksi ini lahir dari kekecewaan mendalam dan kemarahan kolektif atas dugaan kuat adanya praktik ketertutupan di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo) Tubaba dalam mengelola anggaran publikasi dari APBD.

 

“Sudah cukup! Media tidak bisa lagi diperlakukan semena-mena. Kami turun ke jalan demi marwah pers dan hak publik atas informasi,” tegas Rico Rivaldi, S.H., koordinator lapangan aksi, Minggu (7/9/2025).

 

Jadwal Aksi

BACA JUGA:  Seksi Dokkes Polres Tulang Bawang Gelar Bakti Kesehatan KB Gratis, AKBP James: Sebanyak 78 Warga Yang Mengikuti Kegiatan.

 

09.00 WIB: Registrasi peserta di Simpang Tiga Panaragan.

 

10.00 WIB: Longmarch menuju Kantor Pemda Tubaba.

 

Pasca aksi: Penyaluran bantuan sosial kepada lima warga kurang mampu sebagai simbol kepedulian pers.

 

Peserta diwajibkan tampil profesional dengan seragam medianya masing-masing atau busana rapi. Penggunaan atribut organisasi dilarang keras.

Isi Tuntutan “Silet” Wartawan

Dalam orasi damai nanti, lima tuntutan tajam siap mengguncang Pemda Tubaba:

 

1. Bupati Tubaba wajib mengevaluasi dan mencopot pejabat Kominfo yang terbukti tidak transparan.

 

2. Kejari dan Tipikor Polres diminta mengaudit anggaran Kominfo APBD 2024–2025.

 

BACA JUGA:  Pj Bupati Tubaba dan Pj Ketua TP-PKK  Berikan Vaksin Polio Langsung Kepada Masyarakat.

3. Dana publikasi harus dikelola secara transparan, adil, dan merata untuk semua media.

 

4. Jika Kominfo tak mampu, anggaran publikasi dikembalikan ke SKPD masing-masing.

 

5. Hentikan aturan berbelit yang mempersulit media menjalin kerja sama.

 

Lebih dari Sekadar Anggaran Aksi ini tidak semata-mata soal uang. Wartawan menegaskan perjuangan mereka menyangkut martabat pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang jernih, terbuka, dan dapat dipercaya.

 

“Kami tidak ingin media dipasung dengan aturan semu. Pemerintah harus terbuka, transparan, dan adil,” tandas Rico.

Dengan aksi damai ini, insan pers berharap tirai gelap di tubuh Kominfo Tubaba segera tersingkap, sehingga sinergi antara pemerintah dan media kembali berjalan sehat serta bermartabat. (H)