Berita  

Proyek Jalan Usaha Tani di RT 13 Diduga Gelap Anggaran, Papan Informasi Mangkrak.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – kegiatan pelaksanaan pembukaan badan jalan usaha tani di Tiyuh Gunung Sari, Kecamatan Lambu kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, provinsi Lampung, pada Rabu 13/8/2025. Warga RT 13 RW 3 dikejutkan oleh proyek pembukaan badan jalan usaha tani yang dinilai tidak transparan. Hingga kini, papan informasi pekerjaan—yang seharusnya memuat sumber dana, nilai anggaran, dan volume pekerjaan—tak kunjung terpasang. Bahkan Ketua RT setempat mengaku tak pernah dilibatkan sejak awal.

 

Maskuni, Ketua RT 13 RW 3, menuturkan dirinya tidak mengetahui berapa besar anggaran maupun panjang jalan yang dikerjakan.

BACA JUGA:  Dit Lantas Polda Lampung Coklit Data Laka dan Korban Laka Lantas 2025 di Polres Tulang Bawang Barat dengan 2 Polres Lainnya.

 

“Saya nggak tahu, Mas, berapa anggaran dan panjang jalan itu. Saya tidak dilibatkan, dan tidak ada papan plang pengerjaan. Yang saya tahu, alat berat seperti ekskavator dan grader dibawa oleh seorang calon anggota legislatif yang tidak jadi dari fraksi PDIP. Pengerjaannya diawasi oleh Kapri,” ujarnya.

 

Tim media kemudian menelusuri keterangan itu dan mendatangi Kapri, sosok yang disebut mengawasi pekerjaan. Kepada wartawan, Kapri mengaku awalnya pun tidak memahami detail proyek.

 

“Dari awal tidak ada rundingan, tiba-tiba alat berat masuk. Saya hanya mengawasi pekerjaan atas arahan pak kepalo yang bilang ‘dari sini ke sana’. Ukuran jalan saya tidak tahu persis, anggaran juga tidak tahu. Pernah pihak dari kabupaten minta pasang banner supaya publik tahu. Saya sudah minta banner, katanya sudah dibuat, tapi sampai sekarang belum dipasang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sat Narkoba Polres Tulang Bawang Barat, Kembali Berhasil Ringkus remaja terduga pengedar sabu di Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

 

Minimnya informasi publik ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga: siapa sebenarnya penanggung jawab proyek dan dari mana sumber dananya? Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Tiyuh maupun Kabupaten belum memberi keterangan resmi. (H/tim GWI).