Berita  

Diduga Ada Mark up volume! Pemasangan Lantai Granit Balai Tiyuh Gading Kencana Dipertanyakan.

Nurul Huda

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Aroma ketidakwajaran tercium dari proyek pembangunan lantai granit di Kantor Balai Tiyuh Gading Kencana, Kecamatan Tulang Bawang udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Dugaan kejanggalan muncul dari ketidaksesuaian volume bangunan dengan data di papan informasi proyek, hingga ketidakjelasan dalam realisasi anggaran. Rabu 7/5/2025.

 

Pemasangan lantai granit tersebut sejatinya bukanlah rencana awal. Dalam Rencana Anggaran Final (RAF), semula akan digunakan keramik. Namun menurut Rosi, bendahara pemerintah Tiyuh yang mewakili Penjabat Kepalo Tiyuh, terjadi perubahan bahan ke granit untuk mengikuti tren masa kini—meski granit yang dipilih adalah kualitas paling rendah.

 

“Awalnya memang keramik, setelah dihitung ulang dana mencukupi untuk granit, meski KW tiga,” ujar Rosi.

 

Namun, ketika ditanya soal harga satuan granit dan jumlah kotak yang digunakan, Rosi justru mengarahkan pertanyaan ke sekretaris Tiyuh. Ia pun mengakui bahwa pembelian granit dilakukan dua kali dari Bandar Lampung.

BACA JUGA:  Terungkap Kasus Penemuan Kerangka Manusia di Tulang Bawang Barat, Diduga Korban Hilang.

 

Data yang Timpang, Volume Dipertanyakan, Pernyataan Rosi menyebut luas bangunan 15 x 15 meter atau 225 m². Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ukuran tersebut sudah termasuk teras. Anehnya, di papan informasi proyek tertulis luas bangunan mencapai 260 m². Perbedaan mencolok 35 m² ini menimbulkan tanda tanya besar.

 

Sekretaris Tiyuh yang dikonfirmasi mengatakan bahwa sesuai dokumen RAF, jumlah granit yang direncanakan sebanyak 450 kotak. Tetapi untuk realisasi riilnya, ia belum bisa memastikan karena masih menunggu dokumen SPJ dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

 

“Kami hanya melakukan verifikasi. Pembelanjaan semua dilakukan oleh TPK. Kami masih tunggu laporan resminya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Camat Gunung Terang Merekomendasikan Aparatur Tiyuh Terang Mulya Diganti.

 

Kemungkinan SiLPA atau Penghematan?

Rosi juga menyinggung potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Dari total anggaran Rp54 juta, disebutkan bahwa bisa saja realisasi hanya Rp52 juta, menyisakan Rp2 juta.

 

Namun benarkah terjadi penghematan, atau justru ada rincian anggaran yang tak transparan?

 

“Namanya juga rencana, bisa jadi Rp54 juta habisnya Rp52 juta, itu jadi SiLPA,” kata Rosi.

 

Sementara itu, untuk pengadaan dua pintu aluminium disebutkan bernilai Rp1.750.000 per pintu, namun lagi-lagi, soal detail pengadaan, bendahara menyerahkan kepada sekretaris.

Catatan Penting

Pasir digunakan: 10 kubik

Semen: 45 zak + tambahan untuk nat

Pintu aluminium: 2 set @ Rp1.750.000

Kekurangan informasi, perbedaan data, dan arah jawaban yang tidak tegas dari pihak pengelola proyek, membuka ruang spekulasi publik. Apakah ini bentuk ketidaksengajaan dalam administrasi, atau ada kepentingan yang disembunyikan di balik kilauan granit KW tiga?

BACA JUGA:  Pembangunan Gedung Kesenian Tiyuh Kagungan Ratu Agung Diduga Abaikan Pondasi.

 

Tim investigasi akan terus menelusuri. Karena setajam apa pun granit dipoles, fakta tak bisa ditutupi. (Tim GWI).