Berita  

Hasil Keterangan tidak singkron, dugaan ada Mark up pengadaan hewan ternak kambing tahun 2022-2024.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Kegiatan belanja hewan ternak (kambing) dari tahun 2022 sampai 2024 di Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tubaba, Lampung. salah satu team media berkunjung kebalai Tiyuh untuk mendapatkan keterangan terkait hal tersebut. Sangat disayangkan Kepalo Tiyuh kagungan Ratu sedang tidak ada ditempat yang dijelaskan oleh sekretaris Tiyuhnya.

 

Hal ini bermula dari perbedaan keterangan antara aparatur Tiyuh dan temuan dilapangan yang menunjukkan adanya dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana desa.

 

Saat team media melakukan kunjungan kebalai Tiyuh untuk mengali informasi, konfirmasi langsung dengan sekertaris Tiyuh Kagungan Ratu menjelaskan Bahwasanya benar di Tiyuh Kagungan Ratu telah menganggarkan belanja hewan ternak namun dia kurang tahu atas keseluruhan jumlahnya, “sepengetahuan saya di 2022 ada cuma lima dan diserahkan setiap suku dan ada juga bebek kurang lebih 100 ekor lebih pada mati, “ucapnya.

 

Lanjut sekretaris Tiyuh Kagungan Ratu menjelaskan, “pada tahun 2023 itu seingat saya cuma ada 16 ekor coba tanya kaur perencanaan dan ppk pak Samsul dan pak rodi yansah karena saya agak lupa keseluruhannya, “elaknya.

BACA JUGA:  Polsek Lambu Kibang Distribusikan Bantuan Sosial Nusantara Cooling System menjelang Pilkada 2024.

 

 

Masih ditempat yang sama Samsul kaur perencanaan di konfirmasi menjelaskan bahwa benar Tiyuh kagungan ratu ada 56 ekor kambing dan disalurkan pada tahun 2022 sebanyak 5 ekor dan tahun 2023 sebanyak 28 ekor dan di tahun 2024 ada 16 ekor kalau gak 18 ekor, “jelas singkatnya.

 

 

Team lain yang berbagi tugas untuk mendapatkan keterangan dari ketua PPK yang menyalurkan hewan ternak kambing pada tahun 2022 – 2023 ditemui di kediamannya, “keseluruhan 28 ekor, suku 5 di Muhir 5 ekor, Yanto atau Raup 8 ekor, Fendi 2 ekor, Nuel 2 ekor, Yuda 2 ekor. Ditahun 2024 di tempat saudara Jaka Sodik 2 ekor, Topa 5 ekor, Asrofi 2 ekor, jadi 28 ekor itu ditahun 2022 semua, kalau ditahun 2024 PPKnya bukan saya dan saya kurang siapa orangnya. Yang membelanjakannya kami bersama PPK dan aparatur Tiyuh dengan nilai sekitar 50 juta lebih. “Pungkasnya.

BACA JUGA:  Masyarakat Tubaba Akan Lakukan Aksi Damai di Gakumdu dan Bawaslu Terkait Dugaan Money Politik.

 

Dari berbagai keterangan narasumber yang tidak singkron saat menghimpun keterangan dibalai Tiyuh Kagungan Ratu terkait tidak singkron keterangan antara sekertaris, kaur perencanaan dan PPK, indikasi ada dugaan Marup karena saling tidak terbuka dan tidak transparan terkait penggunaan dana desa dari tahun 2022 – 2024 tersebut.

 

Kita telaah penjelasan dari ketua PPK yang menyalurkan hewan ternak kambing bahwa keterangan tersebut tidak singkron dengan fakta dilapangan. Seperti warga dari suku 1 – 6 dan hasil keterangan Jumlah kambing tidak cukup 56 ekor dan betapa terkejutnya saat mendengar dari salah satu warga yang tidak bisa di sebutkan bahwa kambing itu bukan diberikan berupa hibah namun bagi hasil (gaduh) jelasnya pada team awak media yang turun lapangan.

BACA JUGA:  Polres Tulang Bawang Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024.

 

Ada juga keterangan lain bahwa ditempat Muhir 5 ekor itu tetapi kambing tersebut bertubuh mungil tidak sesuai anggaran yang ditentukan 2 juta per ekor, ditempat pendi 2 faktanya hanya 1 ekor dan sudah beranak 1 ekor, ditempat Yuda 2 faktanya hanya 1, itu bukan hibah tetapi gaduh dan tidak beranak jadi diambil kepalo Tiyuh, ditempat Topa 5 ekor dan faktanya dikandang tersebut ada 3 indukan saja yang sudah beranak. (H/N).