Tubaba, indonewsmedia.com – Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Tiyuh Way Sido, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Tulang Bawang Barat (Tubaba), Jumat (28/11/2025), diwarnai sorotan dari Camat TBU, Iwan Setiawan, S.H., M.H. Ia menegaskan agar pemerintah Tiyuh segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Tiyuh (DPMT) menyusul belum cairnya Dana Desa (DD) hingga penghujung November.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh camat saat membuka kegiatan Monev. Ia menyinggung seriusnya permasalahan administrasi yang membuat DD Tiyuh Way Sido belum juga masuk ke rekening desa, padahal waktu sudah mendekati akhir tahun anggaran.
Menurut Iwan, sejumlah faktor menjadi penghambat, mulai dari keterlambatan pengajuan hingga persoalan administrasi yang belum tertata dengan baik. Selain itu, terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81 Tahun 2025 turut memberikan dampak pada mekanisme penyaluran DD di seluruh desa, termasuk Way sido.
“Kami meminta kepada pihak Tiyuh agar segera berkoordinasi dengan DPMT terkait berbagai kendala yang terjadi. Terutama mengenai Dana Desa yang sampai saat ini belum tersalurkan atau belum cair,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah Tiyuh dengan Kecamatan maupun DPMT.
“Jangan pernah sungkan untuk berkoordinasi. Setiap persoalan penting, terlebih yang berkaitan dengan pelayanan publik, harus dikomunikasikan dengan baik,” tutur Iwan dalam arahannya.
Kepala Tiyuh Akui Kendala SDM, Insentif Kader Belum Terbayarkan.
Di hadapan tim Monev, Kepala Tiyuh Way Sido, Roliansyah, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengajukan berkas pencairan DD sebelum PMK baru diterbitkan. Namun ia juga mengakui bahwa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) turut memperlambat proses administrasi di tingkat Tiyuh.
Roliansyah mengungkapkan kekhawatiran bahwa keterlambatan pencairan DD akan semakin mempersulit pelayanan masyarakat. Beberapa kader seperti kader posyandu belum menerima insentif mereka, sementara program pembangunan yang sudah direncanakan terancam mandek.
“Kami berharap DD tahap II tahun 2025 dapat segera cair. Ini sudah akhir November, dan insentif para kader juga belum tersalurkan. Keterlambatan ini jelas menghambat pembangunan Tiyuh,” ujarnya.
Koordinasi Dipercepat, Warga Menunggu Kepastian.
Menutup kegiatan, pihak kecamatan dan pemerintah Tiyuh sepakat akan segera berkoordinasi dengan DPMT dan instansi terkait lainnya demi mempercepat pencairan DD. Situasi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kelancaran pembangunan dan hak-hak masyarakat yang seharusnya tidak tertunda.
Kegiatan Monev tersebut dihadiri Camat TBU Iwan Setiawan beserta jajaran, Kepala Tiyuh Way Sido Roliansyah, S.H., Ketua BPT, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh aparatur Tiyuh.
(Hln)












