Login
Berita  

Giat Bimbingan Karir SMK Muhammadiyah Bekali Peserta Didik Menatap Masa Depan.

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – SMK Muhammadiyah menggelar kegiatan Giat Bimbingan Karir bagi peserta didik baru, Senin (10/8/2026), bertempat di Ruang Revit SMK Muhammadiyah. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada peserta didik mengenai pilihan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Sekretaris Komite SMK Muhammadiyah, Ahmad Basri S.IP S.H, saat ditemui wartawan usai kegiatan mengatakan bahwa bimbingan karir merupakan bagian penting dalam proses pendidikan, khususnya bagi peserta didik sekolah kejuruan.

 

Menurut Ahmad Basri, peserta didik sejak awal harus mulai memahami bahwa setelah lulus sekolah mereka akan dihadapkan pada berbagai pilihan.

 

“Keterampilan atau skill pasca sekolah sering kali menjadi pertanyaan besar bagi setiap peserta didik. Setelah lulus mau ke mana dan harus melakukan apa? Karena itu, anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini agar mereka mampu mempersiapkan masa depannya,” ujar Ahmad Basri. Rabu 12/8/2026.

 

Ia menjelaskan, pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian nilai akademik atau memperoleh ijazah. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu memberikan bekal keterampilan dan karakter kepada peserta didik agar siap menghadapi kehidupan setelah sekolah.

 

“Bagi lulusan SMK, keterampilan yang diperoleh selama berada di sekolah merupakan modal awal untuk memasuki dunia kerja. Tetapi jangan hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, lulusan SMK juga memiliki peluang untuk menjadi entrepreneur, membangun usaha sendiri dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

 

Ahmad Basri menilai, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut sekolah untuk tidak hanya mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga kerja, tetapi juga menjadi generasi yang kreatif, mandiri dan mampu melihat peluang.

 

“Anak-anak harus dibekali keberanian untuk melihat peluang. Mereka bisa melanjutkan pendidikan, bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki, atau membangun usaha. Yang paling penting adalah mereka mengenali potensi dirinya dan memiliki keberanian menentukan pilihan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Ahmad Basri menegaskan bahwa sekolah dan komite sekolah memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik.

 

“Komite sekolah dan sekolah harus memiliki komitmen yang sama bahwa membangun dan mengembangkan peserta didik merupakan salah satu pondasi utama pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat mendapatkan ijazah, tetapi tempat membangun karakter, keterampilan, kreativitas, keberanian dan kemandirian,” ungkapnya.

 

Ia berharap kegiatan bimbingan karir tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenali potensi dan merancang masa depannya.

 

“Kita berharap melalui kegiatan ini peserta didik mampu mengenali dirinya, memahami peluang yang ada dan mulai menentukan langkah terbaik untuk masa depannya. Mereka harus percaya bahwa masa depan itu harus dipersiapkan sejak sekarang,” tutur Ahmad Basri.

 

Ia menambahkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih luas.

 

“Kelulusan bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Justru kelulusan adalah awal perjalanan menuju masa depan. Karena itu, selama berada di sekolah, manfaatkan waktu untuk belajar, mengasah keterampilan dan membangun karakter,” pungkasnya.

 

(Red)

Exit mobile version