Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat melalui kegiatan Penetrasi Pasar atau Operasi Pasar Murah yang dilaksanakan serentak se-Provinsi Lampung.
Kegiatan yang dipusatkan di Pasar Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Antrean panjang warga menjadi pemandangan yang mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Beras, minyak goreng, dan gula pasir menjadi komoditas yang paling banyak diburu karena dijual dengan harga subsidi.
Program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam mengendalikan laju inflasi daerah sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan yang masih terjadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tubaba Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., Inspektur, Kepala Bapperida, Kepala BKAD, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabag Perekonomian, Camat Tulang Bawang Tengah, Lurah Panaragan Jaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tubaba, Eri Budi Santoso, menegaskan bahwa agenda yang dilaksanakan secara hibrida tersebut merupakan langkah konkret sekaligus bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mengintervensi lonjakan harga komoditas pangan esensial serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya kalangan akar rumput.
”Pada operasi pasar murah tersebut, jajaran Dinas Koperindag menyuplai komoditas pokok dengan harga yang disubsidi sehingga jauh lebih murah dari harga pasar konvensional, meliputi beras SPHP dengan harga Rp58.000 per sak, minyak goreng Rp15.500 per liter, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan penetrasi pasar ini dirancang sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota dalam meredam volatilitas harga komoditas pangan secara makro di daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, memperkuat distribusi, sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Eri Budi Santoso menegaskan bahwa pascapelaksanaan penetrasi pasar serentak, Pemkab Tubaba melalui Dinas Koperindag berkomitmen untuk terus menjalankan tiga instrumen utama pengendalian inflasi melalui Early Warning System, yakni penyelenggaraan operasi pasar murah secara berkala, pemantauan harga di tingkat pedagang, serta penguatan rantai distribusi pangan hingga ke seluruh Tiyuh.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi Tubaba yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional.
(Holan)












