Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com – Suasana hari pertama, Hari Raya Idul adha yang biasanya dipenuhi aktivitas silaturahmi mendadak berubah mencekam. Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di depan PONED Panarangan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Rabu malam (27/5/2026) sekitar pukul 19.20 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan seorang warga Gunung Katun Malai mengalami luka cukup parah di bagian wajah dan kepala. Korban diketahui tengah berkendara bersama istri dan anaknya saat insiden terjadi.
Malam itu, arus kendaraan di kawasan Panarangan Jaya terpantau ramai. Warga berlalu lalang untuk bersilaturahmi ke rumah orang tua maupun sanak saudara dalam suasana Hari Raya Idul adha. Namun nahas, musibah datang tanpa diduga.
Salah seorang warga yang pertama kali menolong korban, Dani, warga Tiyuh Panarangan/Brebes, menceritakan detik-detik saat dirinya menemukan korban tergeletak di tengah jalan.
“Saya dari arah Brebes mau ke Pulung. Si korban posisi tergeletak di tengah jalan dan tertimpa anak laki-lakinya. Korban berbusa dari mulutnya. Saya sempat tanya sama istrinya, ‘Kenapa Bu?’ lalu istrinya bilang mungkin karena ngerem mendadak, terdorong dari belakang lalu jatuh hingga kepalanya pecah,” ujar Dani saat dikonfirmasi polisi lalu lintas dan sejumlah awak media.
Menurut Dani, saat kejadian sang istri korban masih dalam kondisi sadar, Namun anak laki-laki korban tampak lemas dan sempat tertidur di atas tubuh ayahnya.
“Anak laki-lakinya sempat tiduran di punggung bapaknya. Saya bilang jangan ditindihin dulu bapaknya,” lanjutnya.
Dani juga mengaku sempat memanggil petugas PONED terdekat, namun tidak ada yang langsung keluar. Beberapa warga yang berhenti di lokasi kejadian laka tunggal kemudian berinisiatif mengambil tandu atau alat bantu pasien untuk mengevakuasi korban.
“Karena tidak ada tandu, akhirnya korban langsung diangkat ke tempat pasien/roler lalu dibawa ke PONED oleh warga sekitar yang membantu menolong. Motor dan tas korban juga saya amankan ke dalam, termasuk kontak motornya,” jelas Dani.
Ia pun menyoroti proses penanganan korban kecelakaan yang menurutnya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera yang lebih fatal.
“Kalau orang kecelakaan itu setahu saya tidak boleh langsung dibalik, takut ada organ yang rusak. Harusnya pakai tandu dulu,” tambahnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja, terlebih di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum hari besar keagamaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terbaru para korban maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut.
(Holan)
