Berita  

‎Sorotan Tajam di HUT ke-17 Tubaba, Ketidakhadiran 17 Anggota DPRD Picu Gelombang Kritik Publik.

Nurul Huda

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com — Polemik ketidakhadiran hampir separuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, dalam rapat paripurna istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Tubaba kian memanas. Peristiwa ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di ruang publik, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam di media sosial, terutama di platform Facebook dan WhatsApp Group (WAG).

Dikutip dari berbagai akun Facebook, banyak warganet menyayangkan dan mempertanyakan absennya sekitar 17 dari total 35 anggota DPRD Tubaba dalam momentum yang dianggap sakral bagi daerah tersebut. Ketidakhadiran ini dinilai mencederai semangat peringatan hari jadi kabupaten sekaligus memantik kekecewaan masyarakat.

‎Salah satu akun Facebook berinisial EFZ menuliskan komentar bernada kritik, “tidak memiliki rasa tanggung jwb terhadap jabatan dan tidak cinta Tubaba…🙃. maka untuk pileg kedepan masyarakat harus lebih selektif dalam memilih wakil mereka kedepan.”

Nada serupa juga disampaikan akun IM yang menyoroti pentingnya transparansi.

BACA JUGA:  Pembagian BLT di Tiyuh Karta Raharja Berjalan Lancar, 15 KPM Terima Bantuan Tunai.

“Bagi yang tahu siapa-siapa anggota DPRD TUBABA yang tidak hadir di paripurna hari ulang tahun TUBABA, buat TUBABA aja mereka tidak mau hadir bagaimana buat rakyat, tolong dong di absen yang gak hadir biar di tandai jangan dipilih lagi 2029,” tulisnya. Rabu 8/4/2026.

‎Di grup Facebook Tulang Bawang Barat yang diikuti lebih dari 107 ribu anggota, kritik publik semakin beragam. Akun anonim 689 menulis, “Perlu dipertanyakan, kenapa mereka gak hadir. Baru periode ini yang bermasalah, biasanya sebulan sebelum acara mereka semangat untuk memeriahkan, ada apa ini.” Sementara akun anonim 122 menambahkan, “Jika Anda bosan maka ajukan PAW bukan orang-orang yang merekrut perwakilan yang tidak bertanggung jawab,” tulisnya.

Kuatnya reaksi publik di media sosial mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kehadiran dan komitmen para wakil rakyat, terlebih dalam agenda resmi yang sarat nilai historis dan simbolis bagi daerah.

BACA JUGA:  Musyawarah Tiyuh Khusus (MUSTISUS) Dalam Rangka Pembentukan Koperasi Merah Putih Tiyuh Candra Jaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, sejumlah anggota DPRD Tubaba yang hadir dalam rapat paripurna istimewa tersebut antara lain dari Fraksi Demokrat: Busroni (Ketua DPRD Tubaba), Jemi Atmaja, Edi Anwar, Eka Sulistiyuwati, Arief Nurrohman, dan Ibnu Hayat.

‎Dari Fraksi PDI-P hadir Ponco Nugroho (Wakil Ketua DPRD Tubaba), Sugara Jaya Rades, Kadarsyah, Samsi, dan Arif Bandarsyah. Sementara dari Fraksi NasDem, yang hadir adalah S. Joko Kuncoro (Wakil Ketua DPRD Tubaba) dan Sobri.

Kehadiran dari fraksi lain terbilang minim. Dari Fraksi Gerindra hanya Yantoni yang tampak hadir. Fraksi Perindo diwakili Idris Hadi dan Hairul Amin. Fraksi Kebangsaan Sejahtera Berkarya hanya dihadiri Sodri Helmi, sedangkan Fraksi Amanat Nurani Buruh hanya dihadiri Mirdah.

‎Sebaliknya, tercatat sebanyak 17 anggota DPRD Tubaba tidak menghadiri rapat paripurna istimewa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada para anggota yang tidak hadir masih terus dilakukan.

Dari sejumlah anggota yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, baru dua orang yang merespons dan menyatakan bersedia dipublikasikan namanya. Sementara satu anggota lainnya mengaku akan memberikan keterangan resmi, meski belum memastikan waktu penyampaiannya.

BACA JUGA:  ‎Diduga Buang Limbah ke Sungai, Lapak Karet di Tiyuh Menggala Mas Dikeluhkan Warga. ‎s

‎Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ketidakhadiran para wakil rakyat dalam momen penting daerah bukan hanya soal absensi, melainkan menyangkut komitmen, tanggung jawab, serta kepercayaan publik yang kini tengah diuji.

(Red/H)