Berita  

Lelang Lebak Lebung di Tiyuh Pagar Dewa Tetap Dilestarikan, Hasilnya untuk Pembangunan Tiyuh.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Tiyuh Pagar Dewa merupakan wilayah yang dikelilingi oleh dataran rendah sungai serta kawasan lebak lebung yang kaya akan hasil ikan air tawar. Potensi alam tersebut dimanfaatkan melalui kegiatan lelang lebak lebung, sebuah tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.

 

Pada kegiatan lelang lebak lebung yang dilaksanakan hari ini, pemerintah tiyuh bersama unsur kecamatan kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi tersebut sekaligus menjadikannya sebagai sumber pendapatan bagi pembangunan daerah.

 

Camat Pagar Dewa, Barmawi, S.E., M.M menjelaskan bahwa lelang lebak lebung merupakan tradisi lama yang terus dilestarikan hingga kini.

BACA JUGA:  Diskominfo Tubaba Gelar Focus Group Discussion Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE.

 

“Lelang lebak lebung ini sudah ada sejak zaman Belanda dan dilakukan secara turun-temurun. Pada masa sebelumnya, lelang dilaksanakan untuk jangka waktu tiga tahun. Namun, berdasarkan hasil musyawarah hari ini, disepakati bahwa lelang dilakukan untuk jangka waktu dua tahun,” ujar Barmawi. Senin 16/2/2026.

 

Ia menambahkan, objek yang dilelang adalah hasil ikan dari kawasan lebak atau lebung. Pendapatan dari hasil lelang tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan Tiyuh dan Kecamatan, seperti pembiayaan struktur pemerintahan Tiyuh, sarana dan prasarana Tiyuh, serta pembayaran pajak bumi dan bangunan.

BACA JUGA:  Kasus Ibu Dalina: Penyidik Akui Belum Ada Titik Terang, Pihak Pelaku Dinilai Tak Kooperatif.

 

“Peserta lelang cukup banyak dan bersifat terbuka, tidak hanya dari Tiyuh Pagar Dewa, tetapi juga dari kampung-kampung tetangga,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepalo Tiyuh Pagar Dewa, Mursalin, menyampaikan bahwa sebagian besar hasil lelang dialokasikan untuk kewajiban pajak dan pembangunan infrastruktur.

 

“Sekitar Rp50 juta kami alokasikan khusus untuk pembayaran pajak. Selain itu, dana lelang juga digunakan untuk pembangunan Tiyuh, seperti pembuatan gorong-gorong dan fasilitas lainnya,” jelas Mursalin.

 

Dengan adanya lelang lebak lebung ini, pemerintah Tiyuh berharap tradisi warisan leluhur tetap terjaga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Relawan Rakyat Tubaba Bersatu bersosialisasi ke masyarakat Gunung katun malai menyerukan pilih Kotak Kosong.

(H/N)