Lampung Utara, indonewsmedia.com — Suasana Desa Bumi Agung Marga kembali memanas. Pasca bencana angin puting beliung yang melanda beberapa hari lalu, warga masih menyuarakan kekecewaan mereka terkait proses penyaluran bantuan. Dari ratusan warga yang terdampak, hanya puluhan yang disebut menerima bantuan, memicu gelombang protes dan kecurigaan di tengah masyarakat.
Aisyah, salah satu penerima bantuan, kini menjadi pusat pembicaraan. Sejumlah warga mempertanyakan penetapan rumahnya sebagai kategori rusak berat.
“Kami tidak terima!” tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, menuding adanya ketidakadilan dalam pendataan dan distribusi bantuan. 8/12/2025.
Warga tersebut menambahkan bahwa masih banyak rumah yang mengalami kerusakan signifikan namun belum mendapat perhatian.
“Bantuan tidak merata, banyak warga yang masih membutuhkan, tapi tidak ada yang peduli,” ujarnya dengan nada penuh protes.
Hal serupa disampaikan Hayuda, warga lainnya. Ia mempertanyakan proses pendataan setelah mengetahui Aisyah, tetangganya, memperoleh bantuan khusus korban kerusakan parah. Ketika menanyai Camat Abung Timur, Muad, mengenai cara memperoleh bantuan tersebut, jawabannya hanya, “Perangkat desa yang mendata.”
Tak puas, Hayuda juga meminta penjelasan dari Kepala Desa Bumi Agung Marga, Yunizar. Namun keterangannya justru menambah tanda tanya.
“Ngk tau siapa yg masukin nm nya itu,” jawab Yunizar singkat.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari perangkat desa terkait polemik pendataan dan penyaluran bantuan ini. Warga kini menanti apakah pemerintah akan meninjau ulang proses tersebut atau tetap berpegang pada data awal.
Perkembangan selanjutnya masih ditunggu masyarakat.
(L)












