Berita  

Hasil Wawancara dengan Ketua BUMTi Tunas Amor, Ahmad Muklis Anwari.

Nurul Huda

Tubaba, indonewsmedia.com – Ketua BUMTi Tunas Amor, Ahmad Muklis Anwari, menjelaskan bahwa BUMTi Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang udik, Kabupaten Tubaba menerima kucuran dana sebesar Rp.195 juta, yang seluruhnya telah masuk ke rekening BUMTi. Dana tersebut dialokasikan ke beberapa program kerja sesuai hasil musyawarah awal serta ketentuan AD/ART.

 

1. Penanaman Semangka – Rp.60 Juta

 

Menurut Muklis, alokasi pertama sebesar Rp.60 juta digunakan untuk program penanaman semangka seluas 1 hektare. Sistem pengelolaannya menggunakan pola kemitraan tanpa menanggung kerugian (no loss), namun margin keuntungan relatif kecil, yaitu Rp.200 per kilogram, khusus untuk semangka kualitas super.

 

“Misal satu hektare menghasilkan 10 ton atau 5 ton, tinggal dikalikan Rp.200. Modal tetap kembali utuh,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa buah berukuran kecil tidak termasuk hitungan margin. Selasa 2/12/2025

 

2. Pembelian Sapi – Rp.50 Juta

 

  1. Selanjutnya, dana Rp.50 juta digunakan untuk pembelian dua ekor sapi. Namun, hingga saat ini baru satu ekor yang datang, sementara satu lagi diperkirakan tiba pada Senin mendatang.
BACA JUGA:  Proyek Jalan Lingkungan di RT 13 Diduga Gelap Anggaran, Papan Informasi Mangkrak.

 

Sapi pertama ditempatkan di RK 5 di lokasi milik Eko Susanto dengan bobot sekitar 26,5 kg, sedangkan sapi kedua rencananya berada di RK 1 dengan bobot sekitar 26,8 kg. Muklis menegaskan bahwa harga tersebut sesuai pasaran.

“Itu memang harganya, bisa dicek ke belantik ataupun langsung melihat barangnya,” katanya.

 

3. Program Holtikultura – Rp.50 Juta

 

Alokasi lainnya adalah Rp50 juta untuk peningkatan holtikultura, meliputi tanaman jagung, padi, dan kacang tanah. Program ini sepenuhnya melibatkan masyarakat sebagai mitra BUMTi.

 

Setiap mitra minimal memiliki lahan. Untuk luas 0,5 hektare diberikan modal Rp.5 juta, sedangkan 1 hektare sebesar Rp.10 juta. Namun BUMTi lebih memprioritaskan warga dengan lahan di bawah satu hektare.

 

“Kalau dia punya satu hektare biasanya orang yang mampu. Kalau ingin jadi mitra, kami belum terima dulu. Kami utamakan yang punya seperempat atau setengah hektare, karena itu biasanya masyarakat menengah ke bawah,” ujar Muklis.

 

Ia menyebutkan bahwa dari total dana, baru sekitar Rp20 juta yang terealisasi, melibatkan kurang lebih lima orang mitra.

BACA JUGA:  FORMADES AKAN MENYURATI BPK DAN KEJAKSAAN SOAL RENDAHNYA KUALITAS PROYEK DI TUBABA.

 

4. Alokasi Lainnya

 

Muklis menyebutkan bahwa total dana terdiri atas:

 

Rp.60 juta untuk semangka

 

Rp.50 juta untuk sapi

 

Rp.50 juta untuk holtikultura

Rp.35 juta untuk operasional

 

Dana operasional, kata Muklis, tidak untuk dikonsumsi pengurus BUMTi. Dalam proposal, pengurus hanya diperbolehkan mengambil honor untuk jangka enam bulan di tahap awal. Selanjutnya, jika program sudah berjalan dan ada sisa dana operasional, penggunaannya akan dimusyawarahkan kembali bersama unsur pemerintahan Tiyuh.

 

5. Tidak Menyentuh Program BUMTi Lama

 

Muklis menegaskan bahwa BUMTi Tunas Amor adalah kepengurusan baru sehingga tidak mengetahui dan tidak menangani persoalan BUMTi sebelumnya.

 

“BUMTi yang lama itu urusan pemerintahan Tiyuh. Kami hanya meneruskan. Kita tidak tahu-menahu masalah BUMTi yang lama,” tegasnya.

 

6. Larangan Alokasi ke Kolam Ikan

 

Untuk saat ini, dana BUMTi belum bisa dialokasikan ke pembangunan atau pengembangan kolam ikan, karena tidak tercantum dalam AD/ART maupun hasil musyawarah awal.

 

“Kalau pun ingin membuat kolam ikan, harus menunggu musyawarah baru. Yang penting tidak keluar dari koridor ketentuan, yaitu program nabati dan hewani dalam rangka penggunaan 20 persen dana ketahanan pangan,” jelasnya.

BACA JUGA:  AKBP Yuliansyah Resmi Menjabat Kapolres Tulang Bawang, Berikut Profilnya.

 

7. Selalu Berkoordinasi dengan Pendamping

 

Muklis menegaskan bahwa setiap langkah BUMTi selalu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pendamping.

“Setiap apa yang akan dilakukan, kami selalu konsultasi,” ujarnya.

 

Susunan Pengurus BUMTi Tunas Amor.

 

Pembina: Kepala Tiyuh

Pengawas: Hendri Gunawan (unsur BPT)

Ketua: Ahmad Muklis Anwari

Sekretaris: Fidia Hadi Tama

Bendahara: Diana

(Red/H)