Tangerang, indonewsmedia.com – Dugaan praktik korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tangerang kembali mencuat. Proyek-proyek yang dikelola dinas tersebut, khususnya di bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), diduga kuat menjadi ladang korupsi bagi sejumlah pejabat mulai dari kabid, sekretaris dinas, hingga kepala dinas.
Indikasi itu terlihat dari banyaknya proyek yang terkesan asal-asalan dan tidak transparan. Sejumlah sumber menyebut, proyek-proyek tersebut seperti “angin lalu” tanpa pengawasan berarti. Aparat penegak hukum pun dianggap lemah, bahkan terkesan “macan ompong” karena tidak ada tindakan tegas terhadap dugaan penyimpangan tersebut.
Beberapa proyek yang disorot antara lain peningkatan Jalan Raya Gunung Kaler dan Jalan Raya Kronjo, masing-masing dengan nilai hampir Rp 2 miliar. Tak hanya itu, proyek bidang SDA di Perumahan Mustika Tigaraksa yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2025 (ABT) dengan nilai Rp 759.204.000 juga disebut sarat dugaan korupsi. Namun hingga kini, para pejabat terkait di Dinas PU Bina Marga masih bungkam.
Rudiyanto, warga Perumahan Mustika, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. “Kebocoran pipa PDAM menimbulkan kerugian bagi kami semua. Ini sama saja para pejabat dan pemborong diduga melakukan korupsi berjamaah. Kami yang jadi korban dan menderita,” ujarnya kepada awak media. Selasa 4/11/2025.
Upaya konfirmasi kepada pihak Dinas PU, termasuk Kabid Jalan, Kabid SDA, Sekretaris Dinas, hingga Kepala Dinas, tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari wartawan dan tim Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) tak mendapat respons. Nomor-nomor pejabat terkait bahkan tidak aktif, menimbulkan dugaan adanya upaya menghindar dari sorotan publik.
Makmur Napitupulu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GWI, menegaskan bahwa dugaan korupsi di tubuh Dinas PU bukan hal baru.
“Ini bukan hal aneh. Kalau perlu, kami siap kembali melaporkan ke Kejati Banten dan Kejagung, seperti yang pernah kami lakukan sepuluh tahun lalu. Semua data dan foto ada, tinggal instruksi untuk buka file dan buat laporan resmi,” tegas Makmur dengan nada geram.
Penulis: Tim GWI












