Berita  

Bangunan Rusak, Gedung Terbengkalai, SMP Negeri 10 Pagar Dewa Pertanyakan Pengelolaan Dana BOS.

Nurul Huda

Tulang Bawang Barat, indonewsmedia.com — Kondisi SMP Negeri 10 Pagar Dewa semakin memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di sekolah tersebut terlihat rusak parah dan kurang perawatan, seolah dibiarkan terbengkalai tanpa upaya perbaikan yang jelas.

 

Berdasarkan pantauan wartawan pada Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 11.35 WIB, lingkungan sekolah tampak sepi. Tidak ada satu pun siswa maupun guru di lokasi.

“Biasanya pulang jam setengah satu. Kepala sekolah lagi rapat entah di mana, saya tidak tahu,” ujar Edo, penjaga sekolah, saat dimintai keterangan. Kamis 23/10/2025.

 

Kerusakan nyata terlihat di berbagai bangunan. Atap mushola sudah banyak yang copot, meja dan kursi siswa sebagian besar rusak dan tidak layak pakai. Dua bangunan dibiarkan hancur pada bagian atapnya dan kini dipenuhi rumput liar. Ironisnya, gedung yang masih berdiri justru banyak yang tidak dipakai.

BACA JUGA:  Diduga Kebal Hukum Beberapa Tempat Hiburan Malam Tetap Buka Di Bulan Suci Ramadhan 1446 H.

 

“Bangunan baru itu untuk lab dan satunya untuk perpustakaan. Yang kecil untuk apa, saya tidak tahu. Gedung yang tidak dipakai itu saya nggak tahu. Di sini memang banyak gedung yang tidak dipakai,” kata Edo menambahkan.

 

Sementara itu, saat ini sedang dibangun tiga ruang kelas baru dan satu gedung direhab. Namun gedung lama yang rusak tak tersentuh, menimbulkan tanda tanya besar mengenai prioritas pembangunan di sekolah tersebut.

 

Dana BOS merupakan bantuan pemerintah yang salah satunya diperuntukkan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah

 

Untuk jenjang SMP, besaran Dana BOS tahun 2025 sekitar Rp1.160.000 per siswa

 

Dengan jumlah siswa kisaran 70 orang, estimasi alokasi Dana BOS per tahun adalah:

 

Jumlah Siswa Besaran per Siswa Total Dana BOS/Tahun

70 siswa Rp1.160.000 Rp81.200.000

BACA JUGA:  Madrasah Aliyah Negeri (MAN)1 Lampung Tengah Diduga Praktik Pungli Berkedok Sumbangan Melalui Komite Ini Faktanya ...!!!

 

Jumlah tersebut seharusnya cukup untuk pemeliharaan fasilitas mendasar, seperti:

 

perbaikan atap mushola

perbaikan meja dan kursi siswa

pemeliharaan bangunan rusak yang masih layak pakai.

Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan fungsi dana tersebut. Bahkan beberapa gedung sudah benar-benar dibiarkan tidak terurus hingga ditumbuhi semak belukar.

 

Kondisi fisik sekolah yang begitu buruk memunculkan dugaan bahwa pengelolaan anggaran tidak tepat sasaran. Masyarakat dan orang tua siswa berhak memperoleh laporan transparan terkait penggunaan Dana BOS sekolah setiap tahun.

 

Apakah dana negara yang digelontorkan untuk mendukung pendidikan siswi-siswi di Pagar Dewa benar-benar digunakan dengan semestinya?

 

Gedung sekolah rusak bukan sekadar masalah estetika, tetapi menyangkut keselamatan siswa, serta hak atas ruang belajar yang layak. Pemerintah daerah dan instansi terkait wajib turun tangan, mengawasi, dan menindak apabila ditemukan kejanggalan dalam pengelolaan dana.

BACA JUGA:  Bupati Tubaba Buka Sarasehan Peternak Sapi dan Temu Pedet Tubaba 2025.

 

Generasi bangsa tak boleh belajar di tengah bangunan yang nyaris roboh, sementara dana perawatan terus mengalir setiap tahun.

(H/N)